← Beranda
Gempa M 5,6 Pacitan Guncang Yogyakarta, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Subduksi
Ryandi ZahdomoMinggu, 28 Juni 2026 | 00.18 WIB
Ilustrasi gempa bumi. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Wilayah Tenggara Pacitan, Jawa Timur, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,6 pada Sabtu (27/6) pukul 14.47 WIB. Guncangan kuat ini terasa hingga wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, memicu kepanikan warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah.

Dikutip dari Radar Jogja (JawaPos Group), kepanikan salah satunya terjadi di kawasan Maguwoharjo, Depok, Sleman. Alia Putri, seorang mahasiswi setempat, mengaku getaran gempa terasa sangat kuat saat dirinya sedang berada di dalam kamar kos.

"Gempa cukup kencang, bikin panik. Ternyata di gang kos, sudah banyak orang teriak gempa," ungkap Alia saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (27/6).

Baca Juga: 5 Peserta Latsarmil Meninggal Dunia, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Perintahkan Sesuaikan Intensitas Kegiatan

Warga Khawatir Rentetan Gempa Global

Guncangan juga dirasakan nyata warga di pusat Kota Yogyakarta. Linda, warga Jetis, mengaku sempat khawatir dan mengaitkannya dengan fenomena gempa bumi global yang terjadi belakangan ini.

"Iya terasa, kemarin habis baca Venezuela dilanda gempa kembar, terus di California dan Jepang ada gempa, jadi parno aja, sekarang merasakan gempa," tutur Linda.

Dia berharap situasi tetap aman dan tidak terjadi gempa susulan dengan skala yang lebih besar.

Baca Juga: Era AI Picu Tantangan Hukum Baru, Isu Siber hingga Perdagangan Global Jadi Sorotan

Analisis BMKG: Mekanisme Sesar Naik dan Tidak Berpotensi Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera mengeluarkan parameter pemutakhiran terkait aktivitas seismik ini. Hasil analisis final BMKG menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo M 5,3 dengan kedalaman 53 kilometer.

Episenter gempa terletak pada koordinat 9,05° LS dan 111,11° BT. Titik ini tepatnya berada di laut pada jarak 96 kilometer arah Tenggara Pacitan, Jawa Timur.

Berdasar lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengategorikan peristiwa ini sebagai jenis gempa bumi dangkal. Gempa ini dipicu langsung oleh aktivitas subduksi lempeng bumi di selatan pulau Jawa.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," tulis BMKG dalam keterangan resminya.

BMKG juga memastikan bahwa pemodelan numerik menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Wilayah yang Merasakan Guncangan (Skala MMI)

Guncangan gempa Pacitan ini dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan tingkat intensitas yang bervariasi.

Baca Juga: Salah Seorang Peserta Latsarmil Meninggal Dunia Karena TBC, Kemhan Lakukan Klasterisasi untuk Cegah Penularan

- Skala III MMI (Pacitan, Wonogiri, Tulungagung, Blitar) Getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Warga merasakan sensasi getaran seakan-akan ada truk besar yang sedang berlalu di dekat mereka.

- Skala II MMI (Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Trenggalek, Malang, Nganjuk, Magetan, Klaten, Ponorogo, Jember) Getaran dirasakan oleh beberapa orang yang sedang santai atau tidak beraktivitas berat. Ditandai juga dengan benda-benda ringan yang digantung bergoyang perlahan.

Hingga saat ini, BMKG terus memonitor potensi aktivitas gempa bumi susulan (aftershocks). Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Bangun 500 Sekolah Rakyat, Upaya Negara Selamatkan 3,4 Juta Anak dari Kemiskinan

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah