JawaPos.com - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menekankan, semangat gotong royong menjadi pondasi kuat dalam membangun bangsa. Sebagai politikus juga harus hadir nyata dirasakan masyarakat.
Dalam momentum Hari Asyura atau 10 Muharram 1448 Hijriah dimaknai dengan gerakan sosial serentak di 12 titik wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat berupa santunan kepada 1.448 anak yatim.
Kegiatan berlangsung serentak di 12 titik strategis, antara lain di wilayah Soreang, Solokanjeruk, Bojong, Majalaya, Nagrak, Maruyung, Rancaekek, Jalan Anyar, Kantor DPC PKB Kabupaten Bandung Barat, dan Kantor DPC PKB Kabupaten Bandung.
Santunan ini berupa perlengkapan sekolah dan uang saku tunai. Bantuan ini diharapkan membawa kebahagiaan kepada anak-anak.
Wakil Ketua Umum PKB ini menyampaikan kepada seluruh kader dan masyarakat terus menghidupkan semangat berbagi serta memperkuat kepedulian sosial, terutama kepada anak-anak yatim.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun untuk Revitalisasi 1.400 Madrasah
"Saya menyampaikan salam dari Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin Iskandar. Beliau berpesan agar semangat berbagi dan gotong royong terus dirawat sebagai kekuatan utama bangsa," ujar Cucun, Kamis (25/6).
Dia menyampaikan, Hari Asyura bukan sekadar peringatan dalam kalender Islam, melainkan momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan memperluas manfaat bagi sesama.
"Hari Asyura adalah momentum emas untuk mengetuk pintu langit melalui doa anak-anak yatim. Sebagai pimpinan DPR RI dan kader PKB, saya meyakini bahwa politik harus hadir dalam bentuk tindakan nyata," imbuhnya.
Dalam kesempatan ini juga diresmikan hasil renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Bapak Iwan di Desa Cipedes.
“Santunan serta program bedah rumah rutilahu yang kita resmikan hari ini merupakan bagian dari komitmen politik kehadiran, yakni memastikan negara dan para pemimpinnya selalu dekat dengan rakyat, terutama mereka yang membutuhkan," tegasnya.
Baca Juga: Bikin Investor Semringah! GGRM Bagikan Dividen Jumbo Rp 800 per Lembar Saham
Ia menambahkan, kondisi sosial dan ekonomi yang masih dihadapi sebagian masyarakat saat ini menuntut lahirnya gerakan berbagi yang lebih luas dan berkelanjutan.
"Semangat berbagi hari ini bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sebuah kebutuhan sosial yang mendesak. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk tidak menunda berbuat baik," pungkasnya.