JawaPos.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan jumlah korban meninggal dunia akibat guncangan gempa bumi bermagnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah bertambah menjadi tiga orang berdasarkan pemutakhiran data kaji cepat, dikutip dari ANTARA.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa ketiga korban meninggal dunia tersebut seluruhnya teridentifikasi berada di wilayah administratif Kabupaten Sigi, yang menjadi episentrum dampak terparah.
"Hingga Kamis pukul 13.51 WIB, korban jiwa terkonfirmasi tiga orang meninggal dunia, 17 orang luka berat, dan 91 orang luka ringan. Sementara itu, dampak kumulatif kebencanaan melanda sedikitnya 2.109 kepala keluarga atau setara 6.412 jiwa," kata dia.
Baca Juga: Warga Sigi Mengungsi di Tempat Terbuka Pasca Gempa
Abdul memaparkan bahwa sebaran korban meninggal dunia tersebut masing-masing berada di kawasan permukiman Desa Ampera di Kecamatan Palolo, Desa Kamarora A di Kecamatan Nokilalaki, serta satu korban lainnya yang baru saja selesai diverifikasi oleh petugas lapangan.
Merespons dampak gempa kepada masyarakat, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah menyalurkan 1.500 paket sembako serta bantuan obat-obatan kepada masyarakat di sejumlah desa terdampak, yakni Desa Kamarora A dan Desa Kamarora B di Kecamatan Nokilalaki, serta Desa Petimbe di Kecamatan Palolo.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu Sulawesi Tengah: Jalur Sigi-Napu Putus, Rumah Warga Rusak Parah
Pengurus DPW PSI Sulawesi Tengah, Farid Poudungge dalam keterangan tertulis menyampaikan rasa duka atas musibah yang dialami masyarakat Sigi dan menegaskan pentingnya gotong royong dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh warga yang terdampak gempa. PSI hadir bukan hanya sebagai partai politik, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang harus saling menguatkan dan membantu ketika bencana terjadi," ujar Farid.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga yang masih menghadapi dampak gempa.
"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak. Semangat gotong royong dan solidaritas sosial harus terus kita jaga agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat," tambahnya.
Farid menegaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan pascagempa dapat terpenuhi.
Selain menyalurkan bantuan logistik, relawan juga turun langsung ke lokasi terdampak untuk melihat kondisi warga serta memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai kebutuhan.
Untuk diketahui, gempa ini sudah merusak sedikitnya 1.652 unit rumah tinggal milik warga, dengan rincian kerusakan meliputi 1.472 unit rumah rusak ringan, 111 unit rumah kategori rusak sedang, dan 69 unit rumah tinggal terdata mengalami rusak berat.
Guncangan gempa darat berkedalaman 10 kilometer itu juga merusak 42 rumah ibadah, 13 bangunan sekolah, serta delapan fasilitas perkantoran termasuk Kantor Bupati Sigi dan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Sigi.
Untuk mempercepat pemulihan di tingkat tapak, Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan, sedangkan BNPB secara simultan menggelontorkan bantuan stimulan logistik darurat dan tenda pengungsian berskala besar.