← Beranda
Bantuan Rp 2,27 Miliar Dikucurkan, Warga Probolinggo Dapat Modal Usaha Lawan Rentenir
Novia HerawatiJumat, 12 Juni 2026 | 19.14 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Dok/Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyalurkan bantuan sosial, tali asih pilar sosial, serta zakat produktif, dengan total nilai Rp 2.272.600.000 (Rp 2,27 miliar) kepada warga Probolinggo.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bantuan ini merupakan upaya membangun kemandirian dan percepat pengentasan kemiskinan, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada rentenir.

"Fokus utama kita mempercepat pengentasan kemiskinan dan menekan ketimpangan sosial. Jadi perlindungan sosial yang diberikan harus adaptif dan mampu memberdayakan masyarakat," ucapnya, Jumat (12/6).

Baca Juga: 10 Weton Perempuan Tibo Uwoh dengan Kepribadian Unggul Menurut Primbon Jawa

Khofifah menyebut penyaluran bantuan ini adalah komitmen Pemprov dalam menghadirkan perlindungan sosial yang tidak hanya bersifat membantu sementara, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.

Saat ini, pendekatan perlindungan sosial yang dijalankan Pemprov Jatim mengedepankan dua strategi sekaligus, yakni charity (perlindungan sosial) bagi kelompok rentan dan empowering (pemberdayaan) bagi masyarakat yang memiliki potensi untuk berkembang secara ekonomi.

"Melalui pendekatan perlindungan dan pemberdayaan, masyarakat yang membutuhkan harus memperoleh bantuan sekaligus diberikan ruang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka secara mandiri," imbuhnya.

Pada tahun 2026, Pemerintah menyalurkan bansos dan tali asih pilar sosial senilai Rp 171,239 miliar kepada masyarakat di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari jumlah itu, Kota Probolinggo menerima Rp 2,27 miliar.

Baca Juga: Polisi Amankan 2 Pelaku Kekerasan Bocah di Senen, Korban Sempat Alami Sengatan Listrik 

Bantuan yang disalurkan meliputi Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) senilai Rp 1,202 miliar kepada 601 keluarga penerima manfaat sebagai bagian dari upaya penguatan perlindungan sosial di Jawa Timur.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada 284 warga kategori kemiskinan ekstrem dengan total nilai Rp 426 juta, sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menekan angka kemiskinan di daerah.

Pemprov Jawa Timur turut menyalurkan Bantuan Sosial Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) senilai Rp 216 juta kepada 60 penerima manfaat guna mendukung kelompok rentan di masyarakat.

Selanjutnya, program KIP KPM JAWARA diberikan kepada 100 penerima dengan total bantuan Rp 300 juta, di mana masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 3 juta per tahun.

Tidak hanya itu, BOP dan tali asih juga diberikan kepada 27 pilar sosial seperti TKSK, TAGANA, dan pendamping disabilitas dengan total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 78,6 juta.

Baca Juga: Strategi Investor Ritel Hadapi Penurunan Harga Emas: Tetap Hold dan Cicil Beli

Sebagai penguatan ekonomi, Pemprov Jatim bersama BUMD menyalurkan zakat produktif Rp 50 juta kepada 100 penerima, masing-masing memperoleh modal usaha sebesar Rp 500 ribu untuk mendorong kemandirian ekonomi.

Khofifah menuturkan bantuan berbasis pemberdayaan, seperti zakat produktif dan bantuan keluarga miskin ekstrem, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada pinjaman berbunga tinggi (rente).

"Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Probolinggo, disaat memang ada yang dipakai untuk modal, yang bersifat empowering, tapi ada juga yang charity," pungkas Khofifah. (*)

EDITOR: Bintang Pradewo