JawaPos.com – Ketahanan ekonomi keluarga kini dinilai menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga ketahanan nasional.
Di tengah meningkatnya persoalan utang rumah tangga, rendahnya literasi keuangan, serta tekanan ekonomi yang dihadapi banyak masyarakat, Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI dan SyaREA World menggelar pelatihan Cara Cerdas Kelola Uang (CCKU) di Bogor.
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta dari kalangan TNI, pemerintah, aparat keamanan, hingga pelaku usaha itu mengangkat tema Bela Negara Melalui Kedaulatan Ekonomi.
Baca Juga: Teknologi Stablecoin Mulai Dilirik untuk Memperluas Akses Keuangan yang Lebih Inklusif
Komandan PMPP TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, dalam keterangannya menilai bahwa tantangan ekonomi saat ini tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, keluarga yang kuat secara finansial akan menjadi fondasi penting bagi ketahanan bangsa.
“Di sisi ekonomi kita juga ingin merdeka. Dan kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang karena informasi dan pembelajaran yang kita dapatkan bisa mengubah langkah ke depan agar lebih berhati-hati sehingga anak cucu juga selamat di masa mendatang,” kata Iwan.
Ia menjelaskan bahwa PMPP TNI saat ini juga mencermati berbagai ancaman nonmiliter yang dapat memengaruhi ketahanan bangsa, mulai dari disinformasi, serangan siber, penyalahgunaan teknologi digital, hingga persoalan ekonomi dan sosial yang berpotensi melemahkan stabilitas masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga diajak menyusun perencanaan keuangan pribadi dan keluarga, memetakan arus kas, mengevaluasi strategi pelunasan utang, hingga merancang tujuan keuangan jangka panjang.
Fasilitator SyaREA World, dr. Karmono Sutadi, mengatakan bahwa masalah keuangan sering kali tidak berkaitan dengan besarnya pendapatan seseorang, melainkan cara mengelola uang yang dimiliki.
“Urusan keuangan tidak ada hubungannya dengan besar kecilnya penghasilan. Problem keuangan banyak disebabkan oleh kesalahan pengelolaan uang,” tegasnya.
Menurut Karmono, kebiasaan berutang yang tidak terkendali dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga sosial dan psikologis. Tekanan akibat utang berlebih kerap memicu konflik keluarga, gangguan kesehatan mental, hingga menurunkan produktivitas seseorang.
Karena itu, ia menekankan pentingnya disiplin dalam mengatur keuangan sejak dini agar masyarakat tidak terjebak pada pola hidup yang bergantung pada utang.