JawaPos.com - Pelarian Suparman, pelaku pembunuhan siswa SD di Sragen, akhirnya berakhir di tangan polisi. Residivis ini diringkus oleh Satreskrim Polres Sragen di wilayah Kecamatan Gondang pada Selasa malam (9/6). Penangkapan ini sekaligus mengakhiri keresahan warga setelah kasus perampokan sadis yang menewaskan seorang siswi kelas V SD menggemparkan publik.
Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai peristiwa berdarah di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen tersebut. Melalui analisis digital yang matang dan pelacakan rekaman closed circuit television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, petugas berhasil mengidentifikasi dan melacak keberadaan pelaku.
Dikutip dari Radar Solo (JawaPos Group), Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari memberikan konfirmasi mengenai penangkapan pelaku.
"Benar, sudah ditangkap untuk pelaku tadi malam di wilayah Gondang. Untuk sementara ini baru ada satu pelaku yang diamankan, namun masih terus kita kembangkan lagi," ujar Dewiana dikutip Kamis (11/6).
Selain menangkap Suparman, petugas bergerak taktis menyita seluruh barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Saat ini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Sragen untuk mengungkap motif dan kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.
Di sisi lain, keberhasilan polisi menangkap pelaku pembunuhan siswa SD di Sragen ini langsung menepis isu liar yang sempat beredar luas di media sosial. Sebelumnya, netizen sempat berspekulasi liar hingga menyudutkan keluarga terdekat korban. Kapolres menegaskan, pelaku tidak memiliki hubungan darah atau ikatan keluarga dengan korban maupun ibu korban.
Kronologi dan Perlawanan Sengit Korban
Fakta memilukan di balik kasus perampokan sadis yang menewaskan Balqis Rajiansyah Lestari, 11, kini mulai terungkap terang. Siswi kelas V SD Negeri Dawung itu diduga kuat sempat melakukan perlawanan sengit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di dalam rumahnya.
Berdasarkan hasil assessment medis luar pascaevakuasi, korban mengalami sejumlah luka serius akibat sabetan senjata tajam di beberapa bagian tubuh. Luka-luka tersebut mengindikasikan adanya upaya luar biasa dari korban untuk melindungi diri dari serangan pelaku.
Tim PSC 119 Sukowati menerima laporan darurat dari Puskesmas Jenar sekitar pukul 16.45 WIB. Setelah menerima laporan, petugas bersama aparat kepolisian langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi dan penanganan awal.
Hasil Pemeriksaan Medis dan Otopsi Jenazah
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan luka-luka yang sangat mengenaskan pada tubuh korban. Bocah malang tersebut mengalami luka robek di sejumlah bagian wajah, di antaranya luka sobek di pelipis mata kanan, luka robek panjang pada area pipi hingga sekitar hidung, serta luka di sekitar mulut.
Tidak hanya itu, ditemukan pula sejumlah luka pada kedua tangan korban. Petugas menduga luka tersebut muncul saat korban berusaha keras menangkis serangan senjata tajam pelaku. Pada bagian tangan kanan ditemukan luka robek dan cedera berat, sementara tangan kiri mengalami luka lebam serta cedera pada beberapa jari.
Kasus pembunuhan siswa SD di Sragen ini langsung mendapat penanganan yang sangat intensif dari Satreskrim Polres Sragen. Untuk kepentingan penyelidikan dan pemeriksaan forensik lebih lanjut, jenazah korban dievakuasi ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.
Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim medis, kepolisian, TNI, relawan, hingga perangkat desa setempat. Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno mengatakan pihaknya juga menggandeng Biddokes Polda Jawa Tengah dalam proses penanganan kasus tersebut.
"Hasil otopsi nanti akan kami evaluasi bersama langkah-langkah kepolisian lainnya," ujarnya.