← Beranda
PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Suara soal Polemik Pembangunan Koperasi Merah Putih yang Hancurkan Sekolah di Kapubaten Ende
Dimas ChoirulSelasa, 9 Juni 2026 | 20.02 WIB
Ilustrasi lahan koperasi desa merah putih. (AI/RADAR SIDOARJO)

JawaPos.com - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di lahan sekolah Desa Niawula, Kabupaten Ende, menjadi polemik hingga menimbulkan kericuhan warga. Peristiwa tersebut terkam oleh video yang beredar luas di media sosial (medsos).

Dalam video yang diunggah akun @feedmedsos dinarasikan bahwa aksi penggusuran paksa oleh oknum TNI di lingkungan SDN Wolomoni di Desa Niawula, Kapubaten Ende, Sabtu (6/6). Daerah tersebut rencananya akan dibangun KDMP.

"Anggota TNI Ende rusak sekolah demi membangun Koperasi Merah Putih," tulis keterangan narasi judul pada video tersebut, dikutip Selasa (9/6).

Baca Juga: Apa yang Anda Lakukan saat Lagu Favorit Anda Dibawakan di Konser? Langsung Maju ke Depan, Ikut Bernyanyi, atau Merekamnya? Ini Artinya

Postingan tersebut kemudian viral dan menuai lebih dari 10.000 komentar netizen dan 17.000 postingan ulang.

Terkait ini, Corporate Secretary (Corsec) PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Aditya Hadian Putra angkat bicara mengenai peristiwa tersebut. 

Menurut dia, pembangunan KDKMP tidak dilakukan di lahan sekolah, melainkan di lahan yang berada di belakang sekolah dan telah dihibahkan kepada pemerintah.

Kegiatan pembangunan KDMP tersebut, kata dia, juga telah diiizinkan pemerintah desa setempat.

"Pelaksanaan kegiatan tersebut juga dilakukan berdasarkan arahan dan koordinasi dengan pemerintah desa setempat," kata Aditya melalui keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Selasa (9/6).

Baca Juga: Virgil Van Dijk Sedih Jurrien Timber Harus Absen Bela Timnas Belanda di Piala Dunia 2026

Lebih lanjut, Aditya menjelaskan, karena lokasi pembangunan tidak memiliki akses yang memadai untuk mobilisasi alat berat, maka dilakukan pembukaan jalur melalui area sekitar sekolah setelah berkoordinasi dengan pihak terkait. Dia juga memastikan, tidak ada gedung sekolah yang dirobohkan.

"Sekolah sama sekali tidak dirobohkan dan kegiatan pembangunan tidak dilakukan di dalam area sekolah," kata dia.

Adapun kehadiran Babinsa di lokasi, lanjut Aditya, juga merupakan bagian dari pendampingan dan bantuan kepada masyarakat. Di mana sebelumnya, Babinsa turut membantu perbaikan enam tiang sekolah yang sudah keropos atas permintaan pihak sekolah dan komite, sehingga kondisi tiang tersebut telah diperbaiki.

Menurut Aditya, keberatan yang muncul di lapangan dipicu oleh patahnya satu cabang pohon durian milik warga saat proses mobilisasi alat berat menuju lokasi pembangunan.

"Insiden tersebut kemudian memunculkan reaksi dari pemilik pohon dan keluarganya," ungkapnya.

Baca Juga: Virgil Van Dijk Sedih Jurrien Timber Harus Absen Bela Timnas Belanda di Piala Dunia 2026

Terkini, pihaknya sudah melalukan mediasi dan menghentikan sementara proses pembangunan KDMP.

"Permasalahan ini telah dimediasi dan saat ini proses pembangunan dihentikan sementara sambil menunggu arahan lebih lanjut," pungkasnya.

EDITOR: Bintang Pradewo