← Beranda
Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut Picu Peringatan Dini Tsunami, Warga Sangihe Lari ke Bukit Beri Kesaksian
Ryandi ZahdomoSenin, 8 Juni 2026 | 16.36 WIB
Warga Tidore berada di daerah Mangki, Kelurahan Damuhung Tahuna, usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7. (Manado Post/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin (8/6) sekitar pukul 07.37 WITA. Guncangan hebat ini memicu kepanikan luar biasa bagi warga di kawasan pesisir Teluk Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Warga Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur, langsung berbondong-bondong meninggalkan rumah. Mereka bergegas melakukan evakuasi mandiri menuju daerah yang lebih tinggi di kawasan Mangki, Kelurahan Damuhung.

Langkah darurat ini diambil warga setelah merasakan getaran masif dan menyusul adanya peringatan dini tsunami yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga: Polda Riau Gelar Ajang Olahraga Sambut HUT Bhayangkara 80

Air Laut Sempat Surut, Warga Pilih Amankan Diri

Dikutip dari Manado Post (JawaPos Group), salah seorang warga Kelurahan Tidore, Sri Mustri, mengaku langsung menyelamatkan barang-barang berharga begitu melihat tanda-tanda alam yang mencurigakan di laut.

"Di Tidore sangat terasa getaran dari gempa dan suami saya ketika ke laut melihat air laut sudah sempat surut sedikit, karena semua sudah panik akhirnya kami memutuskan membereskan semua barang berharga dan lari mengungsi," tutur Sri Mustri, Senin (8/6).

Senada dengan Sri, warga pesisir Teluk Tahuna lainnya, Fitri Lumiu, juga merasakan kekhawatiran yang sama. Guncangan yang terlalu kuat membuat mereka enggan mengambil risiko demi keselamatan keluarga.

Baca Juga: Ledakan di Kampung Toemalo Papua Sebabkan Seorang Warga Kehilangan Nyawa

"Makanya kami memutuskan untuk mengungsi ke Kelurahan Damuhung, mengevakuasi istri dan anak-anak," ujar Fitri Lumiu.

Detail Gempa dan Status Peringatan Dini Tsunami BMKG

Sebelumnya, BMKG resmi merilis peringatan dini tsunami usai gempa bermagnitudo 7,7 melanda. Data BMKG menunjukkan pusat gempa berada pada koordinat 5,69 Lintang Utara dan 125,05 Bujur Timur. Gempa tersebut berpusat di kedalaman 105 kilometer.

Hingga saat ini, ratusan warga dilaporkan masih bertahan di lokasi pengungsian dataran tinggi. Mereka memilih bersiaga sambil menunggu informasi resmi dan pemutakhiran status pascagempa dari pihak berwenang.

Mengingat besarnya magnitudo gempa, BMKG merilis daftar wilayah yang masuk dalam status SIAGA tsunami. Warga di daerah berikut diminta untuk segera melakukan evakuasi menyeluruh sesuai waktu estimasi kedatangan yang direkomendasikan BMKG.

- KEPULAUAN SANGIHE (Status Ancaman: SIAGA) - Estimasi: Pukul 07:51:55 WITA

- KOTA MANADO (Status ancaman: SIAGA) - Estimasi: Pukul 08:12:25 WITA

- MINAHASA UTARA BAGIAN UTARA (Status Ancaman: SIAGA) - Estimasi: Pukul 08:12:40 WITA

- MINAHASA BAGIAN UTARA (Status Ancaman: SIAGA) - Estimasi: Pukul 08:14:55 WITA

- KEPULAUAN MINAHASA (Status Ancaman: SIAGA) - Estimasi: Pukul 08:16:10 WITA

- MINAHASA SELATAN BAGIAN UTARA (Status Ancaman: SIAGA) - Estimasi: Pukul 08:17:40 WITA

- BOLAANG MONGONDOW BAGIAN UTARA (Status Ancaman: SIAGA) - Estimasi: Pukul 08:22:10 WITA

- GORONTALO BAGIAN UTARA (Status Ancaman: SIAGA) - Estimasi: Pukul 08:26:10 WITA

- BUOL (Status Ancaman: SIAGA) - Estimasi: Pukul 08:27:25 WITA

- TOLI-TOLI (Status Ancaman: SIAGA) - Estimasi: Pukul 08:29:40 WITA

- MINAHASA UTARA BAGIAN SELATAN (Status Ancaman: SIAGA) - Estimasi: Pukul 08:33:10 WITA

- MINAHASA BAGIAN SELATAN (Status Ancaman: SIAGA) - Estimasi: Pukul 08:34:10 WITA

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat di wilayah pesisir yang masuk dalam daftar di atas diimbau untuk tetap waspada, menjauhi area pantai, dan terus memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah