← Beranda
Jogja Bersinar 2026 Gaungkan Transformasi Transportasi Ramah Lingkungan di Yogyakarta
ARMSabtu, 6 Juni 2026 | 07.24 WIB
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan memukul gong menandai pembukaan Jogja Bersinar 2026. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kota Yogyakarta menunjukkan kesungguhannya untuk bertransformasi menjadi daerah yang mengusung Green Citizen Movement. Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan dalam pidatonya saat pembukaan acara Jogja Bersinar 2026 yang berlangsung di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (5/6).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari itu terwujud berkat kolaborasi antara PT PLN (Persero) dan Pemkot Yogyakarta, dengan dukungan JawaPos.com, Jawa Pos TV, BNI, iCAR, dan JNE.

Wakil Wali Kota Wawan menuturkan pihaknya tidak bisa serta-merta mengganti seluruh kendaraan dinas di lingkungan Pemkot Yogyakarta dengan kendaraan listrik. "Karena akan butuh proses yang lebih lanjut lagi serta persetujuan dari DPRD," paparnya.

Kendati demikian,  pihaknya saat ini sedang gencar melakukan konversi becak motor menjadi becak listrik.

Saat ini terdapat sekitar 260 becak listrik yang telah beroperasi di Kota Yogyakarta. Pemkot menargetkan jumlahnya bertambah hingga sekitar 900–1.000 unit dalam dua tahun ke depan. "Tujuannya adalah agar seluruh becak motor dapat beralih menjadi becak listrik," terangnya.

Kemudian, Pemimpin Redaksi JawaPos.com Agustinus Edy Pramana mengatakan, bahwa pihaknya menyatakan dukungan penuh atas komitmen Pemprov Yogyakarta untuk menuju Green Citizen Movement. ''Kami sangat bangga melihat dukungan dari Pemkot Yogyakarta untuk menjadi salah satu daerah yang bertransformasi untuk mewujudkan transformasi yang ramah lingkungan," ucapnya dalam sambutannya.

Di sisi lain, infrastruktur pendukung ekosistem kendaraan listrik di Yogyakarta juga terus berkembang. Hal itu diungkapkan Manajer Unit PLN Pelaksana Layanan Pelanggan Yogyakarta dan Wonosari, Agung Pratomo.

Dalam diskusi yang berlangsung pada kesempatan yang sama, dia menuturkan bahwa saat ini sudah terdapat 20 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN yang tersebar di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Selain itu, sebagai dukungan, juga sudah ada 73 unit SPKLU milik swasta yang tersebar di 72 titik di DIY," paparnya.

Data lainnya menunjukkan bahwa di provinsi tersebut saat ini telah terdapat 732 pelanggan home charging atau pengisian daya kendaraan listrik di rumah.

Dalam diskusi yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, melalui presentasinya bertajuk Transportasi Hijau: Tinjauan Regulasi dan Aplikasi Kebijakan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk mewujudkan transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Salah satu upayanya adalah mengintegrasikan trotoar yang tersebar di Kota Yogyakarta," ujarnya. "Tujuannya, ketika pejalan kaki diberi akses yang layak, mereka tidak akan menggunakan kendaraan pribadi," imbuhnya.

Upaya lainnya adalah konversi becak motor menjadi becak listrik sebagaimana disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan.

Menurut Agus, langkah tersebut masih perlu didukung berbagai kebijakan lain karena tantangan yang dihadapi cukup besar, mulai dari tingginya emisi, kemacetan yang masif terutama saat musim liburan, hingga kualitas udara yang perlu terus diperbaiki.

Meski demikian, dia optimistis transportasi hijau dapat diwujudkan secara bertahap melalui kolaborasi seluruh pihak guna mendukung Green Citizen Movement. Kegiatan pada hari pertama tersebut mendapat sambutan meriah dari para peserta.

Selain para pejabat di lingkungan Pemkot Yogyakarta, sejumlah peserta dari luar kota bahkan luar provinsi turut hadir.

Dua di antaranya adalah Wakil Wali Kota Pekalongan Balqis Diab dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu Susetya Herawan.

Sementara itu, rangkaian acara Jogja Bersinar pada hari kedua, Sabtu (6/6), dipastikan akan lebih meriah karena melibatkan warga dan berbagai komunitas. Agenda kegiatan yang disiapkan antara lain senam zumba, panggung musik, lomba-lomvq permainan tradisional, parade becak listrik, serta parade mobil listrik.

Bagi Anda warga Kota Gudeg maupun masyarakat yang sedang berada di Yogyakarta, gerbang Balai Kota terbuka sejak pagi untuk menikmati berbagai rangkaian acara tersebut.  

EDITOR: Dinarsa Kurniawan