JawaPos.com - Pengusaha Afifuddin Suhaili Kalla menekankan peran Industri Kecil dan Menengah (IKM) sangat penting. Menurutnya, digitalisasi menjadi kunci agar IKM bisa terus berkembang.
Hal itu disampaikan Afi kuliah umum di Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (2/6). Calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengangkat tema IKM Bikin Jadi: Inovasi Mahasiswa untuk Hilirisasi Ekonomi.
Dia menyoroti lima visi utama dalam mengembangkan IKM. "Pertama soal digitalisasi. Fokus pada penetrasi IKM di ranah digital, akselerasi, dan transformasi dengan jargon JadiDigital," kata Afi.
Visi kedua, yakni pendanaan yang berfokus pada investasi dan akses pendanaan dengan jargon JadiCair. Ketiga, terkait kemandirian ekonomi yang mesti diperjuangkan generasi muda dengan jargon JadiMandiri.
Baca Juga: Tragedi Cikarang: Angkat Kabel Nyangkut, 3 Pemain Odong-odong Tewas Tersengat Listrik
Keponakan eks Wapres Jusuf Kalla itu juga menyoroti peningkatan kualitas pengusaha dengan jargon JadiPaten. Dia menargetkan bisa memberi wadah pengusaha muda untuk kolaborasi.
"Kelima adalah penguatan jejaring. Termasuk advokasi dan kemitraan strategis," imbuh Afi.
Visi kelima memiliki jargon JadiSolid, yang fokus merangkul pengusaha muda untuk maju bersama. Afi tak ingin mahasiswa hanya menjadi penonton, melainkan harus menicptakan inovasi.
Meski begitu, pengusaha tidak akan mudah melakukan inovasi. Setidaknya ada 4 tantangan yakni pemodalan, riset, akses pasar, dan koneksi.
Afi mengatakan sinergi antara dunia akademik dan bisnis, sangat penting untuk mewujudkan IKM.
"Kita harus membahas bagaimana pentingnya pengembangan Industri Kecil dan Menengah untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mahasiswa harus mampu melahirkan inovasi yang mendorong hilirisasi agar ekonomi kita semakin kuat dan mandiri,” tandas Afi Kalla.