← Beranda
Asia Mega Qurban 2026 Soroti Penguatan Rantai Pasok Peternakan di ASEAN
Banu AdikaraJumat, 29 Mei 2026 | 06.38 WIB
Ilusrasi ibadah Qurban./ Freepik

 

JawaPos.com – Kebutuhan akan sistem qurban yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan di kawasan ASEAN terus meningkat seiring berkembangnya industri peternakan regional. Tantangan mulai dari rantai pasok, koordinasi lintas negara, hingga kesejahteraan hewan menjadi perhatian dalam pengelolaan qurban berskala besar.

Menjawab tantangan tersebut, Aliyah Rizq Holdings melalui anak usahanya, Aliyah Rizq Farm Sdn Bhd di Desaru, Johor, menggelar program Asia Mega Qurban 2026 yang melibatkan sejumlah negara ASEAN, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Program ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ibadah qurban, tetapi juga mendorong pengembangan ekosistem peternakan modern yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Salah satu rangkaian kegiatan utamanya adalah Live Ibadah Qurban yang digelar di Masjid Al-Syifa, Bandar Penawar, Johor, pada 27 Mei 2026.

Baca Juga: Simak 7 Bagian Daging Sapi Qurban Yang Cocok Untuk Rendang, Sop dan Bakaran

Chief Executive Officer Aliyah Rizq Holdings Pte Ltd, Dato’ Seri Ashraf Bakar, dalam keterangan tertulisnya mengatakan, program tahun ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi industri peternakan regional, bukan semata mengejar skala pelaksanaan qurban.

“Diskusi awal dengan sejumlah pemilik peternakan di Malaysia menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Mereka melihat potensi besar dalam membangun rantai pasok yang lebih terstruktur bersama Aliyah Rizq, khususnya untuk mendukung pelaksanaan qurban berskala besar pada tahun mendatang,” ujarnya.

Menurut Ashraf, penguatan kemitraan tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi peternak lokal untuk masuk ke ekosistem pasar regional ASEAN yang semakin kompetitif.

Baca Juga: Platform Digital Mudahkan Proses Ber-Qurban, Nggak Takut Bau dan Panas Saat Hunting Kambing atau Sapi

Dalam pelaksanaannya, Asia Mega Qurban 2026 juga melibatkan berbagai instansi pemerintah di Johor, lembaga keagamaan, aparat penegak hukum, hingga otoritas setempat guna mendukung kelancaran logistik dan operasional di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Aliyah Rizq turut menerima pengakuan dari ASEAN Records dan ASIA Records atas pelaksanaan qurban lintas negara secara serentak dalam 24 jam dengan total 5.623 hewan qurban yang telah diproses dan ditawarkan di 11 negara.

Penghargaan tersebut dinilai menjadi indikator berkembangnya pendekatan baru dalam industri agro-peternakan yang lebih profesional, terkoordinasi, dan berbasis kolaborasi regional.

Selain menjadi pusat operasional program qurban lintas negara, Aliyah Rizq Farm juga dikembangkan sebagai pusat peternakan modern dan destinasi agrowisata yang mendukung pengembangan industri agro di kawasan ASEAN.

EDITOR: Banu Adikara