JawaPos.com - Salah satu korban tewas dalam tragedi satu keluarga yang ditemukan meninggal saat camping di kawasan wisata Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, diketahui merupakan mahasiswa aktif Universitas Gadjah Mada (UGM).
Korban bernama Bagas Amar Hakiki, 21. Ia meninggal bersama ayah, ibu, dan adik kandungnya dalam peristiwa yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan.
Bagas Amar Hakiki diketahui merupakan mahasiswa aktif Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM. Kepastian mengenai status kemahasiswaannya dibenarkan langsung oleh pihak kampus.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM Prof Setiadi mengonfirmasi bahwa Bagas tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Sastra Prancis.
“Nggih (betul). Yang bersangkutan mahasiswa kami dari Sastra Prancis,” ujar Setiadi, dikutip dari Radar Solo, Kamis (28/5).
Selain itu, Bagas juga dikenal sebagai Ketua Unit Fotografi UGM 2024. Ia bahkan disebut menjadi fotografer lepas di Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta.
Bagas meninggal bersama ayahnya MAM, 52, ibunya M, 43, serta adiknya AEH, 17. Satu keluarga tersebut merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Kronologi Sekeluarga Ditemukan Tewas
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, keluarga tersebut tiba di lokasi glamping di Kecamatan Kledung pada Selasa (26/5) sekitar pukul 21.05 WIB menggunakan mobil Honda Jazz putih untuk berwisata dan menginap di area camping.
Pada Rabu (27/5) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, petugas wisata sempat mengantarkan sarapan. Namun, saat tenda diketuk, tidak ada jawaban dari dalam. Petugas kembali mendatangi lokasi sekitar pukul 11.30 WIB untuk mengingatkan jadwal check-out, tetapi tetap tidak mendapat respons.
Makanan yang diantar masih berada di luar tenda dalam kondisi utuh. Karena hingga sore tidak ada aktivitas dari penghuni tenda, petugas mulai curiga dan akhirnya membuka tenda sekitar pukul 15.45 WIB.
Saat itulah keempat anggota keluarga ditemukan sudah meninggal dunia di dalam tenda glamping.
Dugaan Keracunan Masih Didalami
Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan dan belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian para korban.
“Hasil olah TKP menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan awal mengarah pada keracunan, ditambah ditemukan busa di mulut korban. Namun ini masih menunggu hasil pemeriksaan resmi,” ujarnya.
Polisi menduga korban sempat mengonsumsi makanan barbeque yang dibawa sendiri dari rumah. Sampel makanan tersebut telah diamankan dan dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah untuk diperiksa lebih lanjut.
Selain itu, autopsi terhadap salah satu korban juga telah dilakukan oleh tim DVI Polda Jawa Tengah di RSUD Temanggung. Polisi turut memeriksa sejumlah saksi, termasuk petugas pengelola wisata yang pertama kali menemukan korban.
Hingga kini, penyidik masih mendalami kasus tersebut guna memastikan penyebab pasti meninggalnya satu keluarga asal Ambarawa itu.