← Beranda
Santriwati di Pati hingga Pekalongan Jadi Korban Keganasan Kiai Cabul di Jateng  
Syahrul YunizarKamis, 28 Mei 2026 | 02.38 WIB
Polres Pekalongan Kota menangkap pria paruh baya berinisial AHF pada Rabu (27/5). Dia diduga melakukan pencabulan terhadap santriwati hingga hamil. (metropekalongan.com)

 

 

JawaPos.com - Pelecehan seksual atau pencabulan membuat geger warga Jawa Tengah (Jateng) bulan ini. Kasus terjadi di Pati pada awal bulan dan Pekalongan yang belum lama ini terungkap.

Kasus dan modusnya mirip. Terduga pelaku adalah kiai di pondok pesantren (ponpes), sedangkan korbannya santriwati. Di Pati, terduga pelaku bernama Anshari. Dia menggunakan modus dengan mengelabui santriwati korbannya.

Pelaku mengklaim kepada para korban bahwa berhubungan badan dengannya mujarab menyembuhkan segala penyakit. Baik penyakit hati maupun penyakit fisik. Seorang korban Anshari mengadu kepada Tim Hotman 911. Dia menyampaikan bahwa Anshari adalah pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu.

Anshari selalu mengatakan kepada korban bahwa bersetubuh dengannya bisa menyehatkan jiwa dan raga.  "Waktu awal dia merayu mereka (korban) dengan bilang bahwa hal ini (berhubungan badan, Red) bisa melunturkan semua penyakit yang ada di dalam badan kamu, yaitu dengan berhubungan seperti itu," ucap korban pada Kamis (7/5).

Jika korban menolak ajakan pelaku, korban mengalami tindak kekerasan. Pelaku tidak segan memukul-mukul kepala korban. Selain kekerasan, pelaku juga mencari santriwati pengganti jika ada yang menolak ajakannya melakukan persetubuhan. Kondisi itu terjadi bertahun-tahun.

Oleh polisi, Anshari ditangkap di hari yang sama saat korban mengadu kepada Tim Hotman 911. Sebelum ditangkap, dia sempat buron dan memutus komunikasi. Polisi meringkus kiai cabul itu di wilayah Wonogiri. Tim Satreskrim Polresta Pati yang membekuk pelaku.

Di Pekalongan, kasus pencabulan geger setelah pemberitaan seorang perempuan berinisial F melahirkan anak tanpa ayah. Meski tidak melapor ke polisi, 6 korban berinisial AHF sudah melapor.

 

Mereka mengadu ke Polres Pekalongan Kota

"Bertepatan dengan hari suci Idul Adha ini, kami lakukan pengamanan terhadap terduga pelaku," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi dikutip dari Radar Pekalongan.

Baca Juga: Begini Tampang Ashari: Kiai yang Cabuli 50 Santriwati Ponpes yang Akhirnya Ditangkap di Wonogiri

Dalam pemberitaan di laman metropekalongan.com, Riki menyatakan korban bisa lebih dari 6 orang. Selain F yang belum melapor, ada korban lain yang tidak melapor. "Tidak menutup kemungkinan korban bertambah. Ada informasi satu korban sampai hamil dan melahirkan, tetapi belum bersedia memberi keterangan. Lokasinya di wilayah Kabupaten Pekalongan," ucap dia. (*)

 

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan