JawaPos.com - Dunia pariwisata Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terguncang. Dua wisatawan mancanegara (wisman) asal Austria tewas mengenaskan setelah jembatan gantung di objek wisata Air Terjun Cunca Wulang ambruk pada Minggu (24/5) siang.
Tragedi maut ini menjadi tamparan keras bagi sektor pariwisata setempat. Di tengah gencar-gencarnya promosi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium, kelayakan fasilitas publik dan jaminan keamanan bagi wisatawan kini dipertanyakan publik.
Kronologi Jembatan Gantung Cunca Wulang Ambruk
Kedua korban diidentifikasi sebagai pasangan suami istri bernama Jurgen, 54, dan Astrid, 56. Berdasarkan data keimigrasian, mereka masuk ke Indonesia secara legal pada 14 Mei 2026 melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dengan visa wisata.
Petaka bermula saat keduanya sedang menikmati jalur trekking menuju Air Terjun Cunca Wulang. Ketika berjalan di atas jembatan gantung, papan kayu yang mereka pijak mendadak hancur dan patah.
Baca Juga: Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Akibatnya, kedua korban langsung terjatuh dari ketinggian sekitar 10 meter. Tubuh mereka menghantam bebatuan sungai yang keras di bawah jembatan.
Evakuasi Sulit Jalur Udara dan Darat
Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengonfirmasi bahwa kedua wisman tersebut langsung meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan yang sangat keras. Proses evakuasi jasad korban pun berlangsung dramatis karena medan yang ekstrem.
"Keduanya langsung terjatuh ke bawah, tepat di bebatuan. Jenazah dipastikan sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tim SAR gabungan tiba di lokasi sekira pukul 13.17 WITA. Jasad korban harus digotong manual dengan berjalan kaki selama 30 menit menuju mobil jenazah untuk dibawa ke RSUD Merombok," ujar Fathur dikutip Senin (25/5).
Kejadian ini memicu simpati sekaligus kemarahan publik. Pasalnya, kedua turis tersebut diketahui sangat tertib dan mematuhi seluruh prosedur wisata. Mereka melapor resmi di loket penjagaan dan berjalan di jalur trekking resmi yang disediakan pengelola.
Pemda Manggarai Barat Janji Audit Total Infrastruktur
Menanggapi rapor merah keamanan wisata Labuan Bajo ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berjanji akan melakukan evaluasi besar-besaran. Pihak Pemda mengaku kecolongan terkait kondisi kelayakan infrastruktur di lokasi kejadian.
Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, menegaskan bahwa Pemda bertanggung jawab penuh dalam mendampingi proses evakuasi hingga pengurusan berkas medis korban. Ia menjanjikan audit total terhadap seluruh fasilitas wisata di Manggarai Barat.
"Langkah pemerintah kabupaten akan melakukan evaluasi. Tidak hanya yang ada di Cunca Wulang, tetapi di semua destinasi yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat. Kita berharap kejadian serupa tidak akan terjadi lagi di kemudian hari. Soal kondisi jembatan sebelumnya, belum ditahu pasti kondisinya," ucap Yulianus.
Koordinasi Pemulangan Jenazah ke Austria
Selain evaluasi infrastruktur, pemerintah daerah bersama otoritas terkait kini tengah sibuk mengurus proses pemulangan jenazah kedua warga negara asing tersebut.
Baca Juga: Fasilitas Kesehatan USG di Daerah Sangat Dibutuhkan Ibu Hamil, agar Tak Jauh Harus ke Kota
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo Charles Christian Mathaus menyatakan pihaknya bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Direktorat Imigrasi NTT, pihak pusat, serta jajaran konsuler Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
"Besok mungkin ada PIC (Person in Charge) dari sana. Sementara yang kami siapkan adalah surat-surat yang dibutuhkan sebagai data formil ke pihak kedutaan. Nanti akan diterbitkan notifikasi sebagai pemberitahuan ketika ada kejadian yang menimpa warga negaranya," terang Charles.