JawaPos.com - Kabar santriwati berinisial F, 22, yang diklaim hamil hingga melahirkan tanpa pernah berhubungan dengan laki-laki, menjadi sorotan publik. Pihak keluarga pun mengungkap kronologi kejadian tersebut, termasuk munculnya kecurigaan setelah F disebut sering mengalami mimpi-mimpi aneh.
Diketahui bahwa peristiwa ini terjadi kepada S asal Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.
Awal Muncul Kecurigaan karena Sering Bermimpi
Ayah F berinisial S mengatakan, sebelum diketahui hamil, putrinya kerap mengalami mimpi yang dianggap tidak biasa. Hal itu terjadi baik ketika F masih tinggal di pondok pesantren maupun setelah kembali ke rumah.
"Awalnya ia sering bermimpi, baik saat masih di pondok pesantren maupun saat berada di rumah. Sebelum diketahui hamil pun ia sudah sering bermimpi demikian," ujar S, dikutip dari Radar Pekalongan, Sabtu (23/5).
Baca Juga: Update: Jamaah Haji Embarkasi Surabaya yang Wafat Bertambah Jadi 14 Orang
Menurut keterangan keluarga, mimpi-mimpi tersebut menjadi salah satu hal yang mereka ingat sebelum kondisi kehamilan F diketahui.
Tidak Menstruasi Sejak September 2025
Setelah itu, keluarga menyebut tanda-tanda kehamilan mulai terlihat sejak September 2025. Saat itu, F disebut berhenti mengalami menstruasi sehingga memunculkan pertanyaan dari pihak keluarga.
Setelah mengetahui kondisi tersebut, keluarga mengaku kebingungan lantaran F bersikeras tidak pernah melakukan hubungan dengan laki-laki.
"Putri kami berinisial F mengaku sama sekali tidak melakukan hubungan dengan siapapun. Ia meyakini kejadian ini adalah kehendak dan takdir Allah semata," kata S.
Pernyataan itu kemudian memicu perhatian warga dan ramai dibicarakan di media sosial.
Melahirkan Bayi Laki-laki di Klinik Doro
Kehamilan tersebut berlanjut hingga F melahirkan seorang bayi laki-laki di sebuah klinik di wilayah Kecamatan Doro.
Pihak keluarga mengungkapkan bayi yang dilahirkan F kini telah diadopsi oleh sebuah keluarga di wilayah Banjarnegara.
Baca Juga: AS Disebut Pertimbangkan Serangan Baru ke Iran di Tengah Upaya Lanjutan Perundingan Damai
S menegaskan keluarganya menerima kejadian itu dan tidak memiliki pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban.
"Kami sekeluarga ikhlas menerima kejadian ini dan mengembalikan semuanya kepada kuasa Allah. Kalau kami harus menuntut, kepada siapa? Pacar saja dia tidak punya," tegasnya.