JawaPos.com - Direktur Eksekutif Center of Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa menilai program cetak sawah di Wanam, Papua Selatan, merupakan strategi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang harus terus dilanjutkan.
"Saya kira langkah Presiden Prabowo di Papua, termasuk cetak sawah di Wanam, adalah strategi kedaulatan yang harus berlanjut," ujar Herry dikutip Antara, Kamis (21/5).
Ia menilai program cetak sawah seluas 1 juta hektare yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak boleh berhenti. Sebab, jika terputus, Indonesia akan kembali terjebak pada ketergantungan impor yang justru melemahkan kemandirian bangsa.
Baca Juga: Imigrasi Surabaya Terbitkan 34.857 Paspor pada Kuartal I 2026, e-Paspor Mendominasi
"Apalagi dalam konteks kondisi global yang penuh krisis, kemandirian pangan bukan pilihan, melainkan keharusan. Ketahanan pangan adalah martabat politik, dan martabat itu hanya bisa dijaga dengan berdiri di atas kaki sendiri," katanya.
Sebagai informasi, PSN Wanam di Papua Selatan telah menunjukkan progres signifikan. Sejumlah fasilitas utama bahkan telah rampung 100 persen. Kehadiran proyek tersebut membawa harapan baru bagi masyarakat lokal, terutama dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di wilayah setempat.
Salah seorang warga Papua mengaku bersyukur atas pembangunan yang kini menjangkau hingga kampung dan dusun mereka. Menurutnya, manfaat proyek di Wanam tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.
Baca Juga: 4 Zodiak yang Selalu Diremehkan, Kerap Terabaikan dan Dipandang Sebelah Mata
"Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami bisa menerima itu? Bukan karena kita saja yang bisa menikmati, tetapi sampai kami punya anak-cucu," kata Tarsan Balagaize, warga Papua, dikutip Kamis (14/5/2026).
Ia menilai program pembangunan dari pemerintah pusat akan membuka peluang bagi masyarakat lokal untuk hidup lebih baik dan makmur.
"Kalau memang sudah ada program ini dari pemerintah pusat, berarti kehidupan masyarakat lokal di sini mungkin sudah akan menjadi lebih makmur," ujarnya.
Selain itu, warga setempat juga menyampaikan apresiasi karena pembangunan kini menjangkau kawasan yang sebelumnya belum tersentuh infrastruktur.
"Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam tersebut. Jadi kami sangat berterima kasih dan kami menerima dengan 100 persen program pembangunan ini," tuturnya.
Pusat cadangan pangan nasional
Sementara itu, seorang petugas proyek menjelaskan progres pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di kawasan PSN Wanam hampir seluruhnya telah selesai. Area jetty multipurpose dan solar cell, misalnya, kini telah mencapai progres 100 persen.
"Untuk progres area jetty multipurpose sudah mencapai 100 persen," ujar petugas proyek.
Baca Juga: 16 Kuliner Ramen Paling Juara di Surabaya yang Cocok Buat Pecinta Kuah Gurih Pedas
Selain itu, pembangunan tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen, sedangkan warehouse multipurpose mencapai 88 persen.
"Untuk HSD tank kapasitas 5.000 metrik ton kita sudah mencapai 97 persen. Berikut juga dengan warehouse multipurpose kita sudah mencapai 88 persen, dan disusul oleh solar cell yang sudah 100 persen," katanya.