JawaPos.com - Komandan Kodim (Dandim) 0809/Kediri Letkol Infanteri Dhavid Nur Hadiansyah menjadi sorotan setelah video viral di media sosial (medsos). Dalam video yang beredar luas di media sosial, Dhavid disebut mendapat fee proyek Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dengan tegas Dhavid menyatakan bahwa percakapan yang terjadi antara seorang perempuan dengan pria berpakaian loreng mirip seragam tentara tidak benar adanya. Informasi yang beredar luas di medsos itu disebut sebagai hoaks oleh Dhavid.
”Saya nyatakan ada beberapa pernyataan di video tersebut itu tidak benar. Apa yang sudah disampaikan oleh ibu-ibu ini dan seorang anggota, saya nyatakan itu tidak benar,” kata dia dikutip dari pemberitaan Jawa Pos Radar Kediri pada Selasa (19/5).
Baca Juga: Pep Guardiola bakal Tinggalkan Manchester City di Akhir Musim
Dalam pembangunan dan pengerjaan program KDKMP di wilayah Kediri Raya, Dhavid memastikan tidak ada praktik jual beli proyek. Apalagi sampai pemberian fee proyek kepada prajurit TNI. Dia memastikan, program terlaksana sesuai dengan aturan yang berlaku.
”Saya selaku kalagiat Satgas KDKMP di bawah Agrinas dan wakil panglima TNI, video itu tidak benar. Tidak ada jual beli titik KDKMP siapapun itu,” tegasnya.
Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, Dhavid menyampaikan bahwa pemerintah daerah diinstruksikan untuk menyediakan lahan. Selanjutnya, kodim membangun dengan anggaran dari PT Agrinas. Tidak ada intervensi dari ASN dalam proyek tersebut.
”Kami yang bekerja dengan sistem padat karya. Saya sebagai kalagiat, danramil (komandan koramil) sebagai koordinator unit, dan para babinsa (bintara pembina desa) sebagai kepala unit masing-masing turun ke lokasi titik KDKMP. Tidak ada intervensi dari ASN,” jelas Dhavid.
Sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, KDKMP bukan proyek komersil untuk mencari keuntungan semata. KDKMP adalah program strategis. Selama 5 bulan bertugas di Kediri, perwira kelahiran Bondowoso itu mengaku tidak pernah berinteraksi dengan ASN perempuan tersebut.
”Saya sebetulnya sangat tidak terima apabila ada babinsa saya dibuat seperti itu. Saya mohon maaf, kalau memang itu benar adanya, saya akan siap untuk dimintai keterangan. Apabila itu salah, akan saya cari orangnya. Apa maksud dari video yang tersebar itu," ucap dia.
Dhavid memastikan, pihaknya akan mendalami video tersebut. Tidak hanya itu, Kodim Kediri juga akan mencari pelaku penyebar informasi yang disebut palsu tersebut. Selebihnya, Dhavid meminta masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial.
”Kami akan selalu terbuka untuk dikonfirmasi terkait program-program nasional. Kasian masyarakat yang sudah memang menunggu program-program Bapak Presiden. Yang programnya langsung turun ke masyarakat di bawah,” pungkasnya.