← Beranda
Program Kopdes Merah Putih Bawa Mimpi Kemandirian Ekonomi, Diharapkan Bisa Jaga Stabilitas Harga Pangan
Sabik Aji TaufanSabtu, 16 Mei 2026 | 07.59 WIB
Ilustrasi koperasi desa merah putih (KDMP). (Dok. Jawapos)

 

JawaPos.com - Masyarakat desa mengharapkan kehadiraan Koperasi Desa Merah Putih membawa kemandirian ekonomi. Melalui program ini rakyat menggantungkan keinginan agar harga pangan stabil.

Kepala Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Asep Rahmat S menilai, Kopdes Merah Putih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan target jangka panjang meningkatkan perekonomian warga.

"Saya menilai arah kebijakan Presiden melalui program Kopdes ini memang sesuai kebutuhan masyarakat. Kenapa? Karena dengan adanya program Kopdes ini dinilai akan ada modernisasi ekonomi desa yang lebih mapan, akan terciptanya stabilitas harga pangan, serta akan terciptanya kemandirian desa di seluruh Indonesia," kata Asep, Jumat (15/5). 

Asep menuturkan, Kopdes di wilayahnya memaksimalkan potensi lokal, khususnya terkait dengan pariwisata. Sehingga bisa mendongkrak perekonomian.

Baca Juga: BMKG Minta Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah di Indonesia hingga 17 Mei 2026

"Selain usaha-usaha yang sudah ditetapkan oleh Presiden, kami pun akan berusaha memaksimalkan potensi lokal desa kami, seperti permodalan untuk pengembangan usaha pariwisata, hal tersebut sangat logis karena desa kami merupakan desa yang miliki banyak potensi wisata," imbuhnya. 

Program ini juga berfokus untuk mengembangkan usaha pertanian, termasuk membangun penampungan gabah padi guna memutus monopoli bandar.

"Juga permodalan untuk pertanian seperti padi, bawang merah, jagung, durian, melinjo dan berbagai hasil bumi lainnya. Serta, membuat unit usaha penampungan gabah padi sehingga untuk urusan beras di desa kami bisa stabil tanpa adanya monopoli bandar," jelasnya. 

Setelah adanya rancangan Kopdes Merah Putih yang dikeluarkan presiden, Asep langsung melakukan pembentukan pengurus dan penerimaan anggota.

"Setelah dicanangkan Presiden, saya sebagai Kepala Desa telah melakukan langkah - langkah kualitatif dengan salah satunya membentuk pengurus, anggota beserta aturan - aturan yang seharusnya terbentuk dalam regulasi koperasi," ungkapnya. 

Meski begitu, Asep tak memungkiri bahwa program Kopdes Merah Putih ini masih menemui kendala. Salah satunya ketersediaan lahan. Pasalnya, lahan yang hendak dibangun merupakan fasilitas umum berupa sekolah yang tak pernah beroperasi sejak awal pendirian.

"Oleh karena itu, kami sebagai Pemdes dan pengurus Koperasi sedang melakukan advokasi agar aset tersebut bisa digunakan untuk pembangunan bangunan Koperasi," pungkasnya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan