← Beranda
Sebelum Ditembak Mati, Pembunuh Bripka Arya Supena Ternyata Pejahat Kelas Kakap, Ini Sepak Terjangnya
Syahrul YunizarJumat, 15 Mei 2026 | 22.57 WIB
Ilustrasi pembunuhan.

 

JawaPos.com - Bahroni alias Roni bukan penjahat biasa. Pelaku penembakan Bripka (Anumerta) Arya Supena itu adalah bromocorah kelas kakap. Setelah ditembak mati oleh petugas, Polda Lampung mengungkap sederet riwayat aksi kejahatan pelaku dan komplotannya.

Menurut Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf, komplotan pencuri kendaraan bermotor itu sudah berulang melakukan aksi kejahatan serupa. Mereka kerap berulah di berbagai daerah di Lampung. Dari catatan kepolisian, para pelaku masuk dalam laporan kepolisian di jajaran polres di wilayah hukum Polda Lampung.

”Kedua pelaku memang sudah cukup banyak laporan polisi-nya, sedang kami kumpulkan di beberapa Polres,” kata dia kepada awak media pada Jumat (15/5).

Helifi pun mencontohkan tersangka Hamli yang ditangkap oleh petugas pada Senin (11/5) lalu. Dia sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Lampung Tengah. Bahkan sepeda motor yang dia gunakan saat beraksi di Jalan ZA Pagar Alam adalah hasil curian.

Baca Juga: Kunjungi Kebun Kita Malaysia, Mahasiswa Biologi ITS Selami Pertanian Berkelanjutan Berbasis Zero Waste

Menambahkan keterangan Helfi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung Kombes Indra Hermawan menyatakan bahwa motor tersebut berjenis Honda Beat. Kendaraan itu terdeteksi sebagai hasil curian dari aksi di wilayah Lampung Selatan.

”Motor Honda Beat yang digunakan pada saat aksi di TKP di depan Toko Yussy, motor itu adalah hasil tindak pidana pencurian yang dilakukan di Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Korbannya sudah kami datangi,” ucap Indra.

Tidak kalah meresahkan, tersangka Bahroni yang ditembak mati pada Jumat pagi tadi juga memiliki catatan kriminal yang cukup panjang. Polda Lampung mengungkapkan bahwa Roni adalah spesialis pencurian kendaraan bermotor atau curanmor.

Berdasar catatan, Roni kerap membobol sepeda motor milik warga. Salah satu aksi yang dia lakukan terjadi di Kota Metro. Dalam semalam, Roni dan komplotannya berhasil membawa kabur 7 unit sepeda motor dari sebuah dealer. Bukan hanya satu jenis, ada beberapa jenis motor yang mereka gondol.

”(Honda) CRF ada 5, kemudian Beat 1, dan 1 Supra GTR. Jadi, dalam satu malam mereka masuk, kelompoknya masuk ke dalam dealer tersebut, mengambil 7 unit motor,” jelasnya.

Selain itu, mereka juga pernah beraksi di Jalan Jati Mulyo, Tanjung Bintang. Mereka mencuri 1 unit motor PCX, 1 unit ADV, dan 2 unit CRF. Bukan hanya curanmor, Roni tercatat sebagai residivis dalam kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan narkotika.

Sebelumnya diberitakan, Polda Lampung terpaksa menembak mati Bahroni alias Roni pada Jumat pagi (15/5). Pelaku penembakan Bripka Anumerta Arya Supena tersebut ditindak secara tegas karena situasi saat upaya penangkapan berlangsung membahayakan bagi petugas di lapangan.

Baca Juga: Donald Trump Sebut Xi Jinping Siap Bantu Redakan Konflik Iran yang Masih Buntu

Menurut Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf, petugas menemukan Roni yang sempat buron di wilayah Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran. Dia berusa melawan dengan menodongkan senjata api ke arah petugas.

”Tersangka melakukan perlawanan secara aktif yang membahayakan tim gabungan menggunakan senjata api rakitan jenis revolver kepada petugas. Tim melakukan tindakan tegas dan terukur, sehingga pelaku tewas di tempat dengan barang bukti satu pucuk senjata api jenis revolver dan satu bilah pisau,” kata Helfi.

Selain senjata api rakitan tersebut, polisi juga menemukan dan mengamankan sejumlah barang bukti lain. Mulai senjata tajam, amunisi, senjata api, dan sepeda motor yang diduga hasil curian. Petugas menduga barang bukti tersebut terkait dengan tindak kejahatan yang dilakukan oleh Roni dan komplotannya.  Pelaku Penembakan

EDITOR: Sabik Aji Taufan