JawaPos.com - Kantor SAR Ternate memperbarui informasi terkait dengan perkembangan operasi SAR pendaki Gunung Dukono, Halmahera Utara, pada Sabtu (9/5). Sejauh ini, sudah 17 pendaki ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat. Sementara 3 lainnya masih dalam pencarian.
Berdasar data yang diterima oleh awak media, sebanyak 17 pendaki itu terdiri atas 7 orang Warga Negara Asing (WNA) dan 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI). Sementara itu, 3 pendaki yang masih hilang terdiri atas 2 orang WNA dan seorang WNI. Rincian pendaki selamat terdiri atas:
1. Toh Yu Ming Eugene (Laki-laki, 30 Tahun, WNA Singapore)
2. Ong Shilin Selene (Perempuan, 37 Tahun, WNA Singapore)
3. Phoebe Low Pei Qi (Perempuan, 33 tahun, WNA Singapore)
4. Iris (Perempuan, 31 Tahun, WNA Singapore)
Venessa lee (Perempuan, 30 Tahun, WNA Singapore)
5. Geraldine lee (Perempuan, 30 tahun, WNA Singapore)
6. Shan De (Perempuan, 28 tahun, WNA Singapore)
7. Hairudin Doro (Laki-laki, 26 tahun, WNI/Loloda Baja)
8. Battiar Bahdar (Laki-laki, 24 tahun, WNI/Kel. Gambesi Ternate Selatan)
9. Yusrin Latif (Laki-laki, 23 tahun, WNI/Kel. Gambesi Ternate Selatan)
10.Ahmad Asmar (Laki-laki, 22 tahun, WNI/Kel. BTN Pohon Pala kota Ternate)
11. Sahrul Asim (Laki-laki, 26 tahun, WNI/Bastiong)
12. Riska Miska Isbar (Perempuan, 29 tahun, WNI)
13. Fiki Nafila (Perempuan, 27 tahun, WNI)
14. Sudin Juanga (Laki-laki, 45 tahun, WNI/Desa Mamuya Kecamatan Galela)
15. Jailan Ayub (Laki-laki, 45 tahun, WNI/ Bastiong)
16. Reza Selang (Laki-laki, 35 tahun, WNI/ Koloncucu Kecamatan Ternate Utara Kota Ternate)
Dari sumber yang sama, disebutkan pula 3 orang yang masih dalam pencarian terdiri pendaki bernama Heng Wen Qiang Timothy (Laki-laki, 30 Tahun, WNA Singapore), Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (Laki-laki, 27 Tahun, WNA Singapore), dan Enjel (Perempuan, WNI). Pencarian mereka bertiga akan dilanjutkan hari ini (9/5).
Baca Juga: Mutasi 108 Pati dan Pamen: Kapolri Ganti 9 Kapolda, Berikutnya Daftar Lengkapnya
Diberitakan sebelumnya, Kantor SAR Ternate telah menurunkan tim evakuasi ke Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Tim langsung dikerahkan setelah mereka menerima sinyal darurat dari koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E. Berdasar informasi awal, ada puluhan pendaki tersesat di tengah erupsi gunung tersebut.
Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani menyampaikan bahwa sinyal darurat itu sudah dikonfirmasi oleh kepala desa setempat. Bahwa ada puluhan pendaki saat Gunung Dukono erupsi. Tidak hanya itu, kepala desa tersebut melaporkan bahwa beberapa korban sudah dievakuasi dalam keadaan luka-luka akibat terimbas erupsi gunung berapi tersebut.
”Terdapat sejumlah pendaki yang mengalami luka-luka akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono,” kata dia.
Untuk itu, dikerahkan Tim SAR agar proses evakuasi berjalan lebih cepat. Iwan menyampaikan bahwa Tim SAR sudah berada di sekitar Gunung Dukono pada pukul 09.56 WIT. Mereka bergerak dari Pos SAR Tobelo bersama potensi SAR lainnya. Tim itu juga sudah berkoordinasi dengan polres dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara terkait situasi terkini.
”Selanjutnya tim menuju LKP untuk melaksanakan evakuasi para pendaki dengan selalu mempertimbangkan kondisi cuaca di lokasi tersebut,” ucap Iwan.
Berdasar informasi awal, total ada 20 korban yang hilang dan dinyatakan tersesat. Mereka adalah para pendaki yang terdiri atas Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA). Meski belum diketahui pasti secara terperinci, informasi awal mencatat para WNA yang ikut terjebak di Gunung Dukono berasal dari Singapura.