JawaPos.com - Sedikitnya 16 orang tewas pada kecelakaan maut yang melibatkan bus ALS dan truk tangki pengangkut BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5). Insiden tragis ini menjadi perhatian publik karena bus terbakar hebat sesaat setelah tabrakan terjadi.
Selain korban meninggal dunia, tiga orang mengalami luka berat dan satu korban lainnya luka ringan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan bus menghindari lubang hingga disebut sempat melawan arus.
Berikut sejumlah fakta penting terkait kecelakaan bus ALS di Muratara:
1. Kecelakaan Terjadi di Jalinsum Muratara Siang Hari
Insiden terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Lintas Sumatera wilayah Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Bus ALS diketahui tengah melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi sebelum bertabrakan dengan truk tangki pengangkut BBM.
Jalur tersebut dikenal sebagai salah satu lintasan padat kendaraan antarkota dan angkutan logistik di Sumatera.
2. Bus ALS Terbakar Hebat Setelah Tabrakan
Benturan antara kedua kendaraan memicu kebakaran besar. Bus ALS langsung dilalap api hingga hampir seluruh badan kendaraan hangus terbakar.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api besar disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi. Kondisi itu membuat proses evakuasi korban berlangsung sulit.
3. Sebanyak 16 Orang Dilaporkan Tewas
Korban meninggal dunia dalam kecelakaan ini mencapai 16 orang. Mayoritas korban diduga terjebak di dalam bus saat api membesar.
Sopir bus ALS termasuk di antara korban tewas. Sementara sopir dan kernet truk tangki BBM juga meninggal dunia akibat terkena kobaran api.
4. Polisi Selidiki Dugaan Sopir Hindari Lubang
Polisi mengungkap dugaan awal bahwa sopir bus ALS berusaha menghindari lubang sebelum kecelakaan terjadi. Dalam proses tersebut, bus diduga mengambil jalur lawan arah hingga akhirnya bertabrakan dengan truk tangki.
Namun, informasi lain yang berkembang menyebut bus sempat melawan arus sebelum tabrakan terjadi. Polisi masih mendalami seluruh keterangan dan bukti di lapangan untuk memastikan penyebab utamanya.
5. Percikan Api Muncul Sebelum Tabrakan
Data awal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut adanya percikan api dari bagian bus sebelum benturan terjadi.
Baca Juga: Tom Lembong Nilai Jeratan Kasus Chromebook yang Seret Nadiem dan Ibam Semrawut
Sopir disebut sempat mencoba mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari dampak yang lebih besar. Dugaan ini masih menjadi bagian dari penyelidikan aparat.
6. Kernet Bus ALS Selamat dan Diperiksa Polisi
Berbeda dengan sopir yang meninggal dunia, kernet bus ALS dilaporkan selamat dengan luka ringan.
Polisi kini memeriksa kernet tersebut guna menggali kronologi kecelakaan. Hingga saat ini belum diketahui detail keterangan yang diberikan kepada penyidik.
7. Polda Sumsel Buka Posko DVI untuk Identifikasi Korban
Polda Sumatera Selatan membuka posko Disaster Victim Identification (DVI) di RSUD Lubuk Linggau untuk membantu proses identifikasi korban dan pengambilan jenazah.
Sementara itu, tiga korban luka berat masih menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit. Mereka terdiri dari seorang perempuan berusia 30 tahun serta dua laki-laki masing-masing berusia 31 dan 44 tahun.
Kecelakaan ini kembali menyoroti tingginya risiko perjalanan di Jalinsum, terutama pada jalur padat kendaraan besar dan kondisi jalan yang disebut masih memiliki banyak titik rawan kecelakaan.