JawaPos.com - Total 16 jenazah korban kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang tabrak truk tangki hingga kebakaran di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang pada Kamis dini hari sekitar pukul 05.00 WIB.
Berdasarkan data sementara, lima korban telah mengarah pada identifikasi awal. Mereka terdiri atas sopir truk tangki Seleraya bernama Aryanto (48), warga Lubuklinggau, serta penumpangnya Martono (47), petani asal Desa Belani. Keduanya ditemukan meninggal di dalam kendaraan tangki.
Sementara tiga korban lain berasal dari bus ALS, yakni sopir bus Alif (44) asal Jawa Tengah serta dua kru bus bernama Saf (50) dan Maleh (42), yang keduanya diketahui berasal dari Medan.
Seluruh korban sebelumnya dievakuasi dari Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau untuk menjalani proses identifikasi lanjutan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan.
Baca Juga: 16 Jenazah Korban Bus ALS Tabrak Truk Tangki Hadapi Tantangan Berat, Kondisi Korban Hangus Terbakar
Kepala Bidang Dokkes Polda Sumsel AKBP Andrianto menjelaskan seluruh jenazah yang tiba di rumah sakit terlebih dahulu ditempatkan di ruang pendingin sebelum menjalani tahapan identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Kami membentuk tim pagi ini yang juga melibatkan personel dari Jakarta. Total ada tujuh dokter forensik didampingi 30 personel yang mulai bekerja pukul 08.00 WIB,” ujar Andrianto di Palembang dikutip dari Antara, Kamis (7/5).
Ia mengatakan proses identifikasi tidak mudah dilakukan lantaran sebagian besar korban mengalami luka bakar cukup parah akibat kecelakaan tersebut.
Menurut Andrianto, tim DVI melakukan pemeriksaan ciri fisik sebagai tahap awal sebelum mencocokkannya dengan data primer milik keluarga korban melalui proses rekonsiliasi.
“Ini bukan bicara soal durasi lama atau cepat, tapi ketepatan. Kami melakukan rekonsiliasi gabungan dari hasil pemeriksaan. Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada lima jenazah yang mendekati hasil identifikasi pasti, namun kami masih menunggu keputusan pimpinan untuk diumumkan secara resmi,” katanya.
Polda Sumsel juga telah membuka posko layanan di RS Bhayangkara Palembang guna membantu keluarga korban yang ingin memberikan laporan maupun data pendukung. Keluarga diminta membawa identitas resmi atau dokumen medis untuk mempercepat proses pencocokan data.
Baca Juga: Menhut Raja Juli Tegaskan Insiden Karhutla Terus Alami Penurunan Meski saat El Nino
Kepolisian memastikan jenazah baru akan diserahkan kepada pihak keluarga setelah identitas korban dinyatakan valid melalui prosedur identifikasi ilmiah.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Musi Rawas Utara Mugono menyampaikan kecelakaan tersebut menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia di tempat kejadian.
"Tim kami sedang di lapangan bersama Satlantas untuk proses evakuasi. Laporan sementara ada 16 korban jiwa yang sudah teridentifikasi meninggal dunia," ujarnya.