JawaPos.com - Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur berkomitmen mengelola sampa secara terintegrasi. Yayasan di bawah Polri ini pun melakukan kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan dan PT. Pegadaian KCP Manggar Balikpapan.
Dalam satu bulan terakhir, Bank Sampah Unit Pelita yang beroperasi di lingkungan SD Bhayangkari 01 Balikpapan telah melakukan pemilahan, pengumpulan, penimbangan dan penyetoran ke Bank Sampah Induk Kota Hijau Balikpapan.
Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur, Natasha Endar Priantoro mengatakan, program ini didasari oleh pentingnya kerja sama antara murid, guru, dan orang tua dalam menjaga kelestarian bumi. Dengan memilah sampah iuga menciptakan lingkungan yang lebih sehat, sekaligus mendatangkan nilai ekonomi.
Dari sampah yang sudah dipilah, akan diubah menjadi uang. Penghasilan ini disarankan agar diinvestasikan melalui program tabungan emas di Pegadaian. Cara ini dianggap sebagai alternatif terbaik karena harga emas cenderung naik dalam jangka panjang, dan likuiditasnya tinggi.
Baca Juga: Presiden Diminta Hentikan Rekrutmen Guru PPPK, P2G Dorong Perekrutan 400 Ribu Guru PNS
“Di tahun 2025 kota Balikpapan menghasilkan 540 ton sampah per hari, ini adalah tantangan yang harus diselesaikan bersama dan Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur ingin berkontribusi dengan melakukan program pengelolaan sampah yang dilakukan oleh siswa siswi SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan," kata Natasha, Minggu (3/5).
"Sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi Generasi Emas dengan kebiasaan baik yang berkelanjutan dalam pelestarian bumi tempat mereka tinggal," imbuhnya.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif berkelanjutan, kesadaran terhadap lingkungan, dan memberikan dampak kemandirian ekonomi. Pembelajaran sejak dini dianggap memiliki dampak jangka panjang terhadap karakter anak.
“Sangat penting menerapkan pendidikan lingkungan hidup sejak dini karena anak-anak inilah yang nantinya akan menjadi generasi penerus dalam perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana.