JawaPos.com–Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Rudi Setiawan mengungkapkan adanya sekelompok massa berbaju serba hitam yang melakukan perusakan. Massa juga melakukan pembakaran fasilitas umum di Kota Bandung, saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026.
”Kami melihat ada orang-orang tak dikenal memakai pakaian hitam-hitam dan tutup muka membawa molotov dan merusak fasilitas umum sekaligus melakukan pembakaran,” kata Rudi seperti dilansir dari Antara di Kota Bandung.
Rudi menyampaikan, tidak ada agenda terkait aksi buruh di Bandung maupun Jabar pada peringatan May Day tahun ini. Aksi yang sebelumnya di depan Gedung DPRD Jabar dan kawasan Jatinangor hanya dilakukan mahasiswa dan telah selesai sekitar pukul 17.00 WIB.
Baca Juga: Iran Tuduh AS Bohong soal Biaya Perang, Sebut Tembus sampai Rp 1.600 Triliun
Menurut dia, aksi perusakan tersebut meliputi pembakaran banner, perusakan lampu lalu lintas, fasilitas CCTV milik pemerintah, videotron hingga pos polisi di kawasan Tamansari, Kota Bandung. Kelompok tersebut sempat merazia para pengguna jalan yang menimbulkan ketakutan di masyarakat.
”Kami bersama pemda dan Kodam III Siliwangi hadir langsung untuk melindungi keamanan untuk masyarakat. Kami akan tindak tegas, karena apa yang dilakukan mereka ini sudah masuk kriminal dan membahayakan petugas serta masyarakat lainnya,” tandas Rudi Setiawan.
Dia mengatakan aparat telah berupaya mengimbau massa untuk membubarkan diri, namun tidak diindahkan sehingga tindakan perusakan terus berlanjut.
Baca Juga: Malut United vs Persis Solo! Simak Duel Pemain Kunci Antara Yakob Sayuri dan Miroslav Maricic
”Bahaya sekali apa yang dilakukan mereka ini sampai merazia masyarakat pengguna jalan. Jelas, ini kelompok kriminal,” ungkap Rudi Setiawan.
Rudi menyebut Polda Jabar telah mengamankan sejumlah pelaku yang terlibat dalam aksi perusakan tersebut dan akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
”Kami sudah amankan beberapa pelaku. Ini tindakan pidana dan akan kami proses. Kami juga terus berjaga agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” terang Rudi Setiawan.
Kapolda mengatakan, penangkapan dilakukan sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
”Ada (yang ditangkap). Ya kami belum bisa memberikan detail siapa-siapa yang diamankan, barang bukti dan perbuatan lainnya,” papar Rudi.
Rudi menyebut aparat telah mengantongi sejumlah bukti awal yang mengarah pada keterlibatan para terduga pelaku, yang akan digunakan sebagai dasar proses hukum lebih lanjut.
Baca Juga: Ajang Triathlon Ramah Pemula Sequis Triathlon Buddies 14th Anniversary Digelar di Jakarta
Menurut dia, kelompok berpakaian serba hitam yang terlibat dalam kericuhan tersebut tidak berkaitan dengan penyampaian aspirasi. Melainkan murni melakukan perusakan yang mengarah pada tindak kriminal.
”Ini adalah perbuatan kriminal dan kami berkewajiban melindungi masyarakat,” ucap Rudi Setiawan.
Kapolda menambahkan pihaknya masih menyelidiki latar belakang dan motif kelompok yang terlibat dalam kericuhan tersebut. ”Kami masih mendalami motifnya. Yang jelas ini bukan aksi penyampaian pendapat, yang ada pengerusakan,” tutur Rudi.