JawaPos.com - TNI AU mengerahkan 1 unit Helikopter NAS-332 Super Puma dan beberapa personel pasukan khusus Korpasgat dalam operasi SAR di Kalimantan Barat (Kalbar).
Detik-detik evakuasi korban kecelakaan Helikopter Airbus H130 PK-CFX turut dibagikan oleh Angkatan Udara.
Melalui keterangan resmi pada Jumat (17/4), Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan alutsista dan personel Korpasgat untuk melaksanakan pencarian dari udara.
”Tim berhasil menemukan lokasi helikopter di area perbukitan,” terang dia kepada awak media.
Baca Juga: Helikopter Matthew Air Jatuh di Hutan Sanggau, Ini Daftar 8 Korban Meninggal Dunia
Setelah menemukan keberadaan helikopter yang hilang kontak dan jatuh pada Kamis pagi (16/4) tersebut, misi TNI AU berlanjut.
Hari ini, mereka turut serta mengevakuasi 8 korban kecelakaan tersebut. Para korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dievakuasi ke Pontianak menggunakan helikopter TNI AU.
”Pada misi lanjutan, helikopter TNI AU berhasil mengevakuasi 8 korban meninggal dunia dari lokasi kejadian. Seluruh korban telah tiba di Lanud Supadio untuk penanganan lebih lanjut, dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan,” jelas Nyoman.
Perwira tinggi bintang satu TNI AU itu menyampaikan bahwa operasi SAR tersebut berjalan dengan baik berkat kerja sama semua pihak.
Termasuk Basarnas dan instansi terkait lainnya. Nyoman memastikan, Angkatan Udara selalu siap dilibatkan dalam operasi kemanusiaan.
Baca Juga: Tragedi Helikopter PK-CFX: Evakuasi 8 Jenazah, Termasuk Satu WN Malaysia
”Kami mengerahkan kemampuan terbaik yang dimiliki TNI AU, baik unsur udara maupun personel di lapangan, untuk membantu proses evakuasi. Keselamatan tim menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor SAR Kelas A Pontianak I Made Junetra menyampaikan bahwa operasi SAR berlangsung sejak kemarin.
Lokasi Jatuhnya Heli Tak Mudah Dijangkau
Tim SAR Gabungan bergerak sangat hati-hati. Mengingat lokasi jatuhnya helikopter tersebut berada di medan yang tidak mudah dijangkau.
Berdasar data, helikopter itu jatuh di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar).
”Proses evakuasi dimulai dengan pengangkatan korban dari puing-puing helikopter yang berhasil diselesaikan pada pukul 22.00 WIB (tadi malam). Selanjutnya, tim melaksanakan penurunan korban dari lokasi puncak bukit menuju Posko Lapangan SAR Gabungan,” terang dia.
Baca Juga: Seluruh Korban Meninggal Dunia, Tim SAR Evakuasi 8 Jenazah Kru dan Penumpang Helikopter PK-CFX
Langkah tersebut baru selesai dilaksanakan sekitar pukul 05.00 WIB hari ini. Setelah itu, seluruh korban dipindahkan ke dalam ambulans pada pukul 05.52 WIB.
Total ada 8 unit ambulans yang dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi lanjutan.
Sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, jenazah korban dibawa ke Yonif 642/Kapuas Sanggau pada pukul 06.05 WIB.
”Estimasi waktu tempuh perjalanan darat sekitar 3 jam 30 menit, dengan perkiraan tiba pukul 08.30 WIB,” jelas Junetra.
Untuk mendukung proses evakuasi, TNI AU juga menyiapkan 1 unit Helikopter Super Puma. Helikopter itu bergerak dari Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Supadio ke Lapangan Yonif 642/Kapuas Sanggau.
Baca Juga: Korban Jatuhnya Helikopter Airbus PK-CFX Berjumlah 8 Orang, Ini Daftar Lengkapnya
Penerbangan dari dan menuju 2 lokasi tersebut membutuhkan waktu lebih kurang 45 menit dengan rute penerbangan sejauh 81 nautical mile.
”Seluruh rangkaian operasi evakuasi berjalan dengan lancar berkat sinergi dan koordinasi yang baik antara seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang terlibat di lapangan,” imbuhnya.