← Beranda
Asfiksia Diduga Jadi Penyebab Kematian Eks Dosen UIN Malang Yai Mim
Novia HerawatiSelasa, 14 April 2026 | 04.05 WIB
Polisi ungkap asfiksia diduga menjadi penyebab kematian Yai Mim. (Dokumentasi Radar Malang)

 JawaPos.com - Eks Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Maulana Malik Ibrahim Malang, Muhammad Imam Muslimin alias Yai Mim menghembuskan napas terakhirnya pada Senin siang (13/4).

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rakhmad Aji Prabowo mengungkapkan, hasil analisis medis sementara menunjukkan Yai Mim meninggal dunia akibat asfiksia, yaitu kondisi kekurangan oksigen secara drastis.

“Dari hasil analisis dokter, tanda-tanda menonjol (mengarah pada) asfiksia,” tutur AKP Rakhmad, dikutip dari Jawa Pos Radar Malang pada Senin malam (13/4).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Yai Mim bukan meninggal dunia di Rutan Polresta Malang, melainkan saat dalam perjalanan menuju RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Yai Mim Meninggal Dunia, Polisi Sebut Sosoknya Aktif Tausiyah ke Tahanan Lain di Rutan

Kabar kematian Yai Mkm tengah menjadi sorotan masyarakat, mengingat namanya sempat ramai diperbincangkan, setelah perseteruannya dengan tetangga bernama Nurul Sahara, viral di media sosial.

Perselisihan itu berlanjut ke ranah hukum. Pada September 2025, kedua pihak saling melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polresta Malang Kota. Yai Mim juga melaporkan dugaan penistaan agama pada Oktober 2025.

Laporan tersebut kemudian dibalas oleh Sahara dengan laporan dugaan pelecehan seksual dan pornografi. Polresta Malang Kota akhirnya menetapkan Yai Mim sebagai tersangka pada 19 Januari 2026.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin menuturkan pada Senin siang (13/4), Yai Mim hendak menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Sidokkes Polresta Malang Kota.

Baca Juga: Indonesia U-17 Unggul 4 - 0 atas Timor Leste, Putu Ekayana Cetak Brace di Babak Pertama

Hasilnya, kondisi kesehatan warga Dusun Wonorejo, Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar tersebut dinyatakan baik, ditandai dengan tensi di angka 110/80. Petaka terjadi sekitar pukul 13.45 WIB.

"Tidak ditemukan gejala lain yang menandakan kurang sehatnya kondisi yang bersangkutan. Kemudian di jam 13:45, tiba-tiba kondisinya lemas, terus duduk dan terjatuh dalam kondisi duduk," terang Ipda Lukman.

Pihak Polresta Malang Kota pun bergegas membawa Yai Mim ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sayang, nyawanya tetap tak tertolong.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra