← Beranda
Pasca Tragedi Ledakan Senapan 3D Aqil, Disdik Siak Perketat Pengawasan Praktik Sains di Sekolah
Ryandi ZahdomoSabtu, 11 April 2026 | 01.16 WIB
Situasi SMP Islamic Centre Siak setelah kejadian praktik keterampilan untuk pelajar III di halaman dalam sekolah, Rabu (8/4/2026). (ISTIMEWA)

 

 

JawaPos.com - Dunia pendidikan di Kabupaten Siak tengah berduka sekaligus berbenah. Pasca-insiden ledakan dalam ujian praktik sains di SMP Sains Tahfizh Islamic Center, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Siak akan memperketat pengawasan kegiatan praktik di sekolah.

Tragedi yang menimpa Muhammad Aqil Arizal, siswa berprestasi yang meninggal dunia akibat ledakan karya senapan rakitan 3D, menjadi titik balik penting. Pemerintah daerah memastikan tidak boleh ada celah keamanan dalam inovasi siswa di masa depan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Romy Lesmana Dermawan, menegaskan bahwa langkah evaluasi segera dilakukan. Meski tidak ada pelarangan total terhadap praktik sains, mekanisme pengawasan akan dibuat jauh lebih ketat dari sebelumnya.

"Kami masih mengumpulkan keterangan, koordinasi dengan pihak terkait dan juga menunggu hasil penyelidikan Polres Siak. Setelah ini ada reviu dan evaluasi pembelajaran di SP yang bersangkutan. Mudah-mudah nanti ada perbaikan pengawasan pembelajaran kedepannya," ujar Romy kepada JawaPos.com, Jumat (10/4).

Baca Juga: Turun ke Basis OPM di Kabupaten Puncak, Panglima Koops TNI Habema Terjun Langsung ke Distrik Gome

Ia menambahkan, fokus utama saat ini adalah memastikan setiap eksperimen siswa di bawah kendali penuh sekolah. "Pelarangan (praktek sains) belum ada. Tapi nanti akan ada penegasan terhadap praktek pembelajaran dan mekanisme pengawasan nya. Ya (akan diperketat pengawasan praktek sains)," tegasnya.

Trauma Healing untuk Siswa dan Guru

Selain pembenahan regulasi, dampak psikologis terhadap saksi mata di lokasi kejadian menjadi prioritas. Mengingat insiden terjadi di aula sekolah saat ujian berlangsung, banyak siswa dan guru yang mengalami syok berat.

Disdik bekerja sama dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Polres Siak untuk menurunkan tim ahli. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap untuk memulihkan kondisi mental warga sekolah.

"Hari ini kita juga melakukan kegiatan Trauma Healing dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Polres Siak untuk siswa dan guru. Kegiatan akan berlangsung tidak hari ini saja, beberapa hari kedepan tetap akan berlangsung. Hari ini lebih ke assesment kondisi secara umum. Nanti akan lebih fokus," jelas Romy.

Doa Bersama dan Simpati Serentak

Sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi Aqil—sosok yang dikenal religius dan baru saja lulus seleksi MAN IC Perawang—seluruh instansi pendidikan di Siak menggelar doa bersama.

"Pagi tadi, sebagai bentuk doa dan simpati kepada siswa yang menjadi korban seluruh sarana pendidikan diminta untuk mengadakan doa bersama dan pembacaan Yasin ditempat masing-masing," imbuh Romy.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan penguatan moril bagi keluarga korban dan keluarga besar SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak di tengah penyelidikan yang masih berjalan oleh pihak kepolisian.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan