← Beranda
KDM Cecar RSHS Bandung Soal Sanksi Perawat dalam Kasus Bayi Dibawa Orang Tak Dikenal
Tazkia Royyan HikmatiarJumat, 10 April 2026 | 20.53 WIB
RSHS Bandung. Antara

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) mencecar manajemen Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) terkait kasus bayi Nina Soleha yang dibawa orang tak dikenal beberapa waktu lalu.

Secara khusus, KDM mempertanyakan soal sanksi pada perawat yang diduga lalai, sehingga bayi nina bisa sampai dibawa orang tak dikenal. 

hal itu disampaikan KDM saat berbincang dengan Asisten Manajer Keperawatan RSHS, Arif melalui panggilan video, saat Arif tengah mengunjungi rumah Nina.

"Sanksi yang diberikan apa sekarang ini?" tanya KDM seperti dikutip dari YouTube-nya, Jumat (10/4).

Baca Juga: Viral, Ibu Ini Cerita Bayinya Diberikan Perawat ke Orang Lain di RSHS, Duga Perdagangan Anak

Arif mengatakan bahwa saat ini perawat tersebut sudah dinonaktifkan sementara untuk dimintai klarifikasi lebih lanjut, terkait alasan pembiaran terhadap anak Nina yang dibawa orang tak dikenal.

"Dengan Komite Keperawatan nanti kami analisis lebih dalam," ucapnya.

KDM yang Tak puas dengan jawaban itu kemudian meminta kejelasan. Bila nantinya perawat tersebut terbukti lalai, sanksi yang diberikan bisa sampai pada pemberhentian atau tidak.

Namun, Arif hanya menjawab normatif bahwa sanksi yang diberikan bisa berupa sanksi disiplin.

"Kalau di dalam regulasi kami, Pak, kalau misalkan itu kan hasil analisisnya misalkan terkait dengan kompetensi, maka itu dilakukan pembinaan. Apakah itu nanti dilatih ulang, seperti apa. Tapi kalau sudah jelas-jelas misalkan itu kelalaian, nah itu mungkin nanti akan ada tindakan eee pencabutan kewenangan klinis sementara gitu, Pak," jawabnya.

Baca Juga: Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Minta Maaf, Sebut Kasus Bayi Digendong Orang Lain Selesai Kekeluargaan

prinsipnya, lanjut Arif, pelaku bisa disanksi pemberhentian bila terbukti sengaja melakukan kelalaian tersebut. "Kalau kesengajaan bisa (pemberhentian)," pungkasnya.

Sebelumnya, seorang ibu di Bandung viral di media sosial setelah mengaku bayinya sempat dibawa orang tak dikenal di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

Peristiwa ini terjadi saat ia hendak membawa pulang bayinya, namun justru menemukan buah hatinya berada di tangan orang lain yang bukan perawat.

Kejadian tersebut diceritakan Nina Saleha yang menceritakan kasusnya di TikTok.

Ia mengaku nyaris kehilangan bayinya di dalam lingkungan rumah sakit dan menduga ada praktik perdagangan anak dalam kasus tersebut.

Baca Juga: BPJS: Bayi Baru Lahir dari Ortu yang Terdaftar PBI Otomatis Ditanggung JKN

Nina merupakan pasien rujukan di RSHS. Sebelumnya, ia melahirkan di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran pada 1 April, lalu bayinya dirujuk ke RSHS pada 5 April untuk penanganan lanjutan.

Pada hari kejadian, Nina sempat pulang ke rumah untuk mengambil perlengkapan bayi.

Pagi harinya, ia mendapat kabar bahwa bayinya sudah diperbolehkan pulang. Sambil menunggu, ia dan suaminya sempat keluar untuk makan.

Namun, firasat membuat Nina memutuskan kembali ke ruang perawatan untuk menengok sang buah hati.

Setibanya di ruang tunggu, ia terkejut melihat bayinya sedang digendong orang lain yang tidak dikenalnya. Dalam kondisi panik, Nina langsung mengambil bayinya.

Baca Juga: Jika NIK Sudah Terintegrasi, Bayi yang Baru Lahir Bisa Otomatis Jadi Peserta BPJS Kesehatan

"Saya tanya 'kenapa gendong bayi saya?'. Terus ibu itu kayak kebingungan. Saya tahu itu bayi saya dari selimut dan pakaian yang saya siapkan," katanya dalam Bahasa Sunda yang sudah diterjemahkan.

Situasi sempat memicu keramaian dan para perawat berdatangan. Nina kemudian meminta penjelasan kepada petugas rumah sakit.

"Katanya saya sudah dipanggil, tapi enggak datang-datang. Tapi saya tanya lagi, 'kok bisa digendong orang lain? Yah, gitu aja jawabannya," ujarnya.

 

EDITOR: Bayu Putra