← Beranda
Polda Riau Bangun Kolaborasi Strategis dengan Polis Malaysia Tangani Narkotika hingga Terorisme
Muhammad RidwanJumat, 10 April 2026 | 06.05 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melakukan kunjungan kerja strategis ke Malaysia. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melakukan kunjungan kerja strategis ke Malaysia dalam rangka memperkuat kolaborasi penanganan kejahatan lintas negara, khususnya narkotika, terorisme, serta berbagai kejahatan transnasional lainnya yang melibatkan wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

Kunjungan yang berlangsung pada 6 hingga 8 April 2026 ini diisi dengan pertemuan bersama sejumlah satuan elit Polis Diraja Malaysia. Di antaranya Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN), Special Branch E3, unit counter terrorism E8, hingga Ketua Polis Melaka.

“Kunjungan ini kami lakukan untuk memperkuat kolaborasi konkret, terutama dalam menghadapi peredaran narkotika lintas batas. Kami ingin membangun sistem kerja sama yang lebih cepat, presisi, dan real time antara Indonesia dan Malaysia,” kata Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Kamis (9/4).

Baca Juga: ITS Ubah Sawit Jadi Bensin Ramah Lingkungan, Begini Cara Kerjanya

Selain itu, kedua pihak juga membahas kemungkinan penerapan hot pursuit terhadap pelaku kejahatan yang melarikan diri melintasi batas negara, guna meningkatkan efektivitas penegakan hukum.

Irjen Herry juga bertemu dengan Special Branch E3 Malaysia untuk membahas isu strategis lintas negara, mulai dari narkotika, terorisme, hingga penyelundupan manusia (people smuggling). Jalur masuk ilegal, termasuk wilayah perairan Dumai, menjadi perhatian bersama kedua negara.

Dalam forum tersebut, Kapolda Riau menegaskan bahwa penanganan narkotika menjadi prioritas utama, mengingat sebagian besar jalur masuk narkotika ke wilayah Riau berasal dari luar negeri.

“Kami membutuhkan dukungan informasi dari pihak Malaysia karena karakter kejahatan ini lintas negara. Tanpa kerja sama yang kuat, penanganannya tidak akan optimal,” tegasnya.

Selain isu kriminalitas, pembahasan juga mencakup persoalan lingkungan, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi berdampak lintas negara. Polda Riau telah melakukan berbagai langkah preventif melalui program Desa Bebas Api serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan.

Irjen Herry bahkan turut mengundang pihak Malaysia untuk melakukan patroli udara bersama guna memantau kondisi wilayah serta mengantisipasi dampak kabut asap di kawasan regional.

Rangkaian kunjungan juga diisi dengan silaturahmi bersama Tan Sri Abdul Hamid Bador dan Datuk Ing, yang membahas refleksi kerja sama penanganan terorisme serta penguatan program deradikalisasi.

Selanjutnya, Kapolda Riau bertemu dengan unit counter terrorism E8 Malaysia. Dalam pertemuan tersebut, terungkap fenomena baru radikalisasi di kalangan anak muda, termasuk melalui media sosial dan gim daring.

Kedua pihak sepakat meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat pertukaran informasi intelijen guna mendeteksi potensi ancaman sejak dini.

Baca Juga: Kembangkan Ekosistem Hidrogen di Asia Tenggara, PLN IP Benchmarking dengan EVN dari Vietnam

“Radikalisasi kini berkembang dengan pola baru yang menyasar generasi muda. Oleh karena itu, kerja sama intelijen menjadi sangat penting untuk pencegahan dini,” ujarnya.

Kunjungan ditutup dengan pertemuan bersama Ketua Polis Melaka, DCP Dzulkhairi Mukhtar. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama keamanan, termasuk dalam penanganan karhutla, terorisme, dan kejahatan lintas negara lainnya.

Lulusan Akpol 1996 itu juga menekankan kedekatan historis dan budaya antara Riau dan Melaka sebagai modal sosial dalam mempererat kolaborasi.

“Kita ini satu rumpun Melayu. Silaturahmi bukan sekadar pertemuan, tetapi menjadi jalan untuk menyatukan tujuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah masing-masing,” bebernya.

Ia juga mengingatkan pentingnya antisipasi bersama terhadap dampak fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan berdampak lintas wilayah, termasuk ke Malaysia.

Melalui rangkaian pertemuan ini, Irjen Hery menegaskan komitmen untuk mendorong kerja sama yang lebih terintegrasi, mulai dari joint intelligence sharing, patroli bersama, hingga pelatihan lintas negara.

“Kami ingin kerja sama ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata di lapangan, demi menjaga keamanan kawasan dan melindungi masyarakat di kedua negara,” pungkasnya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan