← Beranda
Gereja di Minahasa Tetap Laksanakan Ibadah Jumat Agung Meski Rusak Akibat Gempa Bumi 7,6 SR
Syahrul YunizarSabtu, 4 April 2026 | 04.36 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (tengah) meninjau lokasi terdampak gempa bumi di Kota Manado, Sulut, pada Jumat (3/4/2026). (BNPB)

JawaPos.com - Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus di Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) turut terdampak gempa bumi dengan kekuatan 7,6 skala richter yang mengguncang wilayah itu pada Kamis pagi (2/4).

Walau mengalami kerusakan, jemaat gereja tersebut tetap melaksanakan rangkaian ibadah paskah, yakni Jumat Agung pada Jumat (3/4).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung kondisi terkini gereja tersebut.

Dalam kesempatan itu, Suharyanto mengapresiasi kesigapan warga dan pihak gereja yang telah melakukan pembersihan secara mandiri.

Baca Juga: Turun Langsung ke Lokasi Terdampak Gempa Bumi, Kepala BNPB Pastikan Pemerintah Bantu Perbaikan Rumah Rusak

”Tadi dari BMKG sudah memberikan informasi kepada bapak pastor bahwa per siang (hari) ini sudah lebih 400 kali gempa susulan. Namun, BMKG menyatakan tidak ada lagi gempa yang skalanya lebih besar dari gempa utama yang 7,6 Magnitudo,” kata dia.

Untuk itu, Suharyanto mengajak masyarakat tetap tenang namun harus waspada. Apalagi hari ini bertepatan dengan pelaksanaan rangkaian Pekan Suci.

Dia memastikan, kerusakan minor pada bagian atas gereja akan segera ditangani bersama-sama.

Berkaitan dengan skema perbaikan secara teknis, BNPB kini tengah menunggu koordinasi soal penetapan status kedaruratan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Jika sudah diputuskan, BNPB dan Pemerintah Pusat akan turun tangan menyalurkan bantuan dan membantu penanggulangan dampak bencana.

Baca Juga: Basarnas Kerahkan Personel 3 Kantor SAR Tangani Dampak Gempa Malut-Sulut

”Jika Kabupaten Minahasa menetapkan status kedaruratan, maka perbaikan gereja ini dan beberapa rumah warga yang terdampak, informasinya tidak sampai 10 rumah di Kecamatan Tombolo itu, akan ditangani oleh Pemerintah Pusat melalui BNPB,” jelasnya.

Jenderal bintang tiga TNI AD itu memastikan bahwa pemerintah tidak memberikan batasan kaku soal anggaran untuk pemulihan pasca bencana.

Pemulihan Fasilitas Publik jadi Prioritas

Prioritas utama bagi pemerintah adalah mengembalikan fungsi aset masyarakat dan fasilitas publik secepat mungkin.

Karena itu, dibutuhkan sinergi antara Pemerintah Pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota.

Sinergi tersebut menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan aset masyarakat maupun fasilitas publik.

Baca Juga: TNI Kerahkan Prajurit Kodim, Korem, hingga Kodam Bantu Tangani Dampak Gempa Bumi di Sulut

Suharyanto berharap agar fase transisi menuju pemulihan di Sulut berjalan cepat. ”Sehingga aktivitas sosial dan ibadah masyarakat kembali normal sepenuhnya,” harapnya.

Sebelumnya, Suharyanto juga menekankan arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Khususnya yang terkait dengan perintah agar BNPB segera memenuhi setiap kebutuhan korban terdampak bencana.

Termasuk upaya penanganan darurat dan pemulihan pasca gempa bumi seperti perbaikan rumah korban terdampak bencana.

Untuk rumah masyarakat yang rusak, akan diperbaiki oleh pemerintah. Polanya sama seperti di daerah bencana lain.

Baca Juga: Update Korban Terdampak Gempa Bumi di Sulut dan Malut, Ratusan Warga Mengungsi, Puluhan Bangunan Rusak

Rumah rusak ringan dan sedang akan diperbaiki, sementara yang rusak berat akan diganti lewat pembangunan baru.

”Mekanismenya nanti melihat pengajuan dan kemampuan fiskal daerah. jika diserahkan ke pusat, maka pusat akan ambil alih,” kata dia.

Selain bantuan perbaikan rumah, Suharyanto juga menjelaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah memonitor pemberian santunan bagi ahli waris korban jiwa sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Sejauh ini, BNPB mencatat korban jiwa pasca gempa bumi tersebut 1 orang. Korban tertimbun reruntuhan bangunan GOR KONI di Kota Manado.

Baca Juga: Pastikan Stabilitas Keamanan dan Keselamatan Masyarakat, Polda Maluku Utara Kerahkan Personelnya untuk Bantu Distribusi Bantuan ke Korban Gempa

EDITOR: Bayu Putra