← Beranda
Personel Damkar Meninggal usai Padamkan Karhutla di Riau, DPR Minta Tak Terulang
Muhammad RidwanKamis, 2 April 2026 | 04.03 WIB
Muharmizan (kiri) bersama personel Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak saat memadamkan karhutla semasa hidupnya. (Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak-Riau Pos)

JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman menyoroti kasus meninggalnya seorang pemadam kebakaran (Damkar) bernama Muharmizan, usai bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.

Ia menegaskan bahwa pekerjaan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan profesi berisiko tinggi. 

“Nyawa itu sangat berharga. Karena itu, perlengkapan keselamatan harus tersedia dan digunakan secara lengkap saat bertugas. Jangan sampai tim Manggala Agni bekerja dengan standar keselamatan seadanya,” kata Alex kepada wartawan, Rabu (1/4).

Hal itu disampaikan Alex merespons kabar duka dari barisan pejuang karhutla di Riau.

Baca Juga: Kapolda Riau Pastikan Karhutla di Dumai Mulai Terkendali, Total Luas Lahan Terdampak 87,25 Hektare

Seorang personel Regu 4 Manggala Agni Daops Siak, Muharmizan, 44, meninggal dunia secara mendadak usai menjalankan tugas pemadaman di Desa Palkun, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Senin (30/3).

Insiden serupa sebelumnya juga menimpa Ipda Donald Junus Halomoan, perwira Brimob Polda Riau.

Ia meninggal dunia saat bertugas menangani karhutla di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir, pada Minggu, 4 Agustus 2025 pukul 08.00 WIB.

Atas kejadian berulang tersebut, Alex mengingatkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk memastikan peristiwa kematian mendadak tidak kembali terjadi.

baik pada personel Manggala Agni maupun petugas dari instansi lain yang diterjunkan ke lapangan.

Baca Juga: Pemprov Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

“Mewakili pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI, kami menyampaikan duka mendalam atas gugurnya anggota Regu 4 Manggala Agni Daops Siak,” ujar Alex.

Ia juga menekankan pentingnya investigasi menyeluruh atas penyebab kematian tersebut.

“Penyebabnya harus diselidiki hingga tuntas agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” tambahnya.

Desak Manggala Agni dapat Asuransi Kesehatan dan Keselamatan Kerja 

Selain itu, Alex meminta agar 956 personel Manggala Agni di bawah Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatera, yang mencakup 10 provinsi, mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan dan keselamatan kerja.

“Perlindungan ini penting sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi keluarga personel yang menjalankan tugas negara,” jelasnya.

Baca Juga: Salah Gunakan Kewenangan dalam Penanganan Kasus Narkoba, Polda Riau Copot Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru dan Anak Buahnya

Ia juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi para personel. Menurutnya, langkah ini dapat meningkatkan keselamatan kerja dan mencegah risiko kecelakaan di lapangan.

Jenazah Muharmizan telah dimakamkan di kampung halamannya di Kampung Rempak, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Riau.

Titik Api Masih Muncul

Sementara itu, Kabid Kedaruratan BPBD dan Damkar Riau, Jim Gafur, mengungkapkan bahwa hingga Selasa (31/3), terdeteksi 21 titik api yang tersebar di sejumlah wilayah di Riau.

Di Kabupaten Pelalawan, terdapat tiga titik api aktif di Desa Merbau (Kecamatan Bunut), Desa Pulau Muda (Kecamatan Teluk Meranti), dan Desa Teluk Dalam (Kecamatan Kuala Kampar).

Ketiganya masih mengeluarkan asap tebal sehingga proses pemadaman terus berlangsung.

Baca Juga: Terinspirasi Yaqut, Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Ikut Ajukan Penahanan Rumah

Di Kota Dumai, dari lima titik api yang terpantau, sebagian besar telah berhasil dipadamkan.

Dua titik di Kelurahan Mundam (Kecamatan Medang Kampai) dan satu titik di Kelurahan Bagan Besar Timur (Kecamatan Bukit Kapur) dilaporkan padam total. Sementara satu titik di Kelurahan Tanjung Palas masih dalam tahap pendinginan.

Di Kabupaten Indragiri Hulu, dua titik api terdeteksi di Desa Sekip Hilir dan Desa Redang. Satu titik telah padam, sementara satu lainnya masih dalam proses pendinginan.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir, dengan tiga titik api di Desa Pasir Mas, Desa Teluk Nibung, dan Desa Bekawan yang masih mengeluarkan asap tipis.

Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah titik api terbanyak, yakni delapan titik.

Baca Juga: Safari Ramadan di Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Persatuan

Beberapa lokasi seperti Desa Sukarjo Mesim, Pergam, Teluk Lecah, hingga Titi Akar masih memiliki api aktif disertai asap tebal.

Upaya pemadaman dilakukan secara intensif, termasuk penyekatan menggunakan alat berat guna mencegah api meluas.

 

EDITOR: Bayu Putra