JawaPos.com — Hari kedua Lebaran 2026 langsung diwarnai kepadatan lalu lintas di sejumlah titik di Kabupaten Kediri. Simpang empat Kandangan menjadi salah satu titik paling krusial dengan antrean kendaraan yang mengular panjang.
Sejak pagi, arus kendaraan terus meningkat seiring mobilitas warga yang bersilaturahmi dan berwisata. Kondisi ini membuat lalu lintas di kawasan tersebut padat merayap tanpa jeda.
Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan dari arah Pare mengular lebih dari 500 meter. Sementara dari arah Malang dan Jombang, antrean bahkan lebih panjang hingga mendekati satu kilometer.
Kepadatan ini membuat petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan turun langsung ke jalan. Mereka melakukan pengaturan lalu lintas secara manual untuk mengurai kemacetan yang terus terjadi.
"Kami laksanakan pola-pola rekayasa arus lalu lintas. Kami juga berkoordinasi dengan dishub untuk penarikan arus terutama dari arah Jombang menuju Malang atau Pare dan dari arah Pare yang menuju Malang atau Jombang," terang Kepala Pos Pelayanan (Kapospam) Kandangan AKP Subowo.
Lonjakan arus kendaraan mulai terasa sejak pukul 09.00 WIB. Dari arah Malang, antrean kendaraan sempat membentang hingga sekitar satu kilometer, tepatnya dari simpang empat Kandangan hingga SPBU 54.641.02.
Kondisi serupa juga terjadi dari arah Jombang. Antrean kendaraan mengular hingga sekitar satu kilometer dari simpang empat Kandangan sampai SPBU 54.641.25.
Sementara itu, dari arah Pare, kepadatan terlihat sedikit lebih pendek meski tetap signifikan. Panjang antrean kendaraan tercatat mencapai lebih dari 500 meter.
Untuk mengatasi situasi tersebut, petugas sempat mematikan lampu lalu lintas di simpang empat Kandangan. Langkah ini diambil agar pengaturan kendaraan bisa dilakukan secara fleksibel melalui kendali manual petugas di lapangan.
Selama kurang lebih satu jam, petugas berjibaku mengatur arus kendaraan dari berbagai arah. Upaya ini dilakukan untuk mengurai simpul kemacetan yang menjadi titik pertemuan arus utama antar daerah.
Sekitar pukul 11.00 WIB, lampu lalu lintas kembali diaktifkan. Meski begitu, kondisi jalan masih dipadati kendaraan yang bergerak perlahan.
"Untuk kepadatan sesuai yang sampaikan sebelumnya, mulai terjadi hari ini sampai diperkirakan besok," terangnya.
Baca Juga: 10 Juta Orang Mudik Pakai Angkutan Umum, Paling Banyak Naik Kereta Api
Tak hanya di simpang empat Kandangan, kepadatan juga terjadi di titik lain di wilayah Pare. Salah satunya di simpang tiga Pasar Sapi yang turut dipadati kendaraan dari berbagai arah.
Dari arah Malang, antrean kendaraan di kawasan tersebut mencapai lebih dari 600 meter. Sedangkan dari arah Pare, panjang antrean bahkan menembus lebih dari 800 meter.
Lonjakan arus kendaraan ini dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat pasca Hari Raya Idul Fitri. Banyak warga memanfaatkan momen libur untuk bersilaturahmi maupun bepergian bersama keluarga.
Selain itu, jalur Kediri juga menjadi lintasan strategis penghubung antar kota seperti Malang, Jombang, hingga Nganjuk. Tak heran jika volume kendaraan meningkat drastis dalam waktu singkat.
Informasi yang dihimpun, kepadatan juga terjadi di sejumlah persimpangan lain. Di antaranya wilayah Kecamatan Badas serta simpang empat Bogo, Plemahan yang mengalami lonjakan kendaraan.
Situasi ini membuat aparat terus bersiaga untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali. Pengaturan dilakukan secara situasional menyesuaikan volume kendaraan di lapangan.
Petugas juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat berkendara. Terutama di titik-titik rawan kemacetan yang diprediksi masih terjadi dalam dua hari ke depan.
"Dua hari ini kepadatan diperkirakan masih ada, kami mengimbau kepada pengguna jalan agar selalu hati-hati di perjalanan. Ikuti rambu-rambu yang sudah ada," pesan Subowo.
Kondisi padat merayap ini menjadi gambaran klasik arus Lebaran di wilayah Kediri. Meski melelahkan, suasana ini juga menjadi tanda tingginya mobilitas dan semangat silaturahmi masyarakat di momen hari raya.