← Beranda
Hari Kedua Lebaran 2026 Padat Merayap! Jalur Kediri–Tulungagung Diserbu Kendaraan, Ini Titik Rawan Macetnya
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 23 Maret 2026 | 00.11 WIB
Kepadatan kendaraan terlihat di sejumlah simpang Kota Kediri pada hari kedua Lebaran, terutama jalur menuju Tulungagung. (Wahyu Adji, Radar Kediri)

 

JawaPos.com — Memasuki hari kedua Idul Fitri, arus lalu lintas di Kota Kediri mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Kepadatan kendaraan paling terasa di jalur yang mengarah ke Tulungagung yang dipadati kendaraan keluar kota.

Pantauan di lapangan menunjukkan lonjakan volume kendaraan sudah terlihat sejak Minggu pagi (22/3/2026). Sejumlah simpang utama di dalam kota menjadi titik awal kepadatan yang terus meningkat seiring waktu.

Kepadatan tersebut terpantau di Simpang Empat Alun-Alun Kota Kediri, Simpang Tiga Jetis, hingga Simpang Empat Mrican. Selain itu, Simpang Empat Semampir juga mulai dipadati kendaraan yang melintas menuju luar kota.

Lonjakan kendaraan ini bukan tanpa sebab, karena momen Lebaran memang identik dengan mobilitas tinggi masyarakat. Banyak warga memanfaatkan hari kedua untuk bersilaturahmi ke daerah sekitar, termasuk ke Tulungagung.

Baca Juga: 10 Juta Orang Mudik Pakai Angkutan Umum, Paling Banyak Naik Kereta Api

Staf Area Traffic Control System (ATCS) Dinas Perhubungan Kota Kediri, Dicky Juniar Rachmanto, mengungkapkan arus kendaraan didominasi oleh kendaraan yang keluar kota.

Mayoritas kendaraan bergerak menuju Tulungagung melalui jalur utama.

“Kepadatan mulai terlihat, khususnya di dalam kota pada jalur menuju Tulungagung. Untuk ruas lain masih relatif aman,” ujarnya.

Peningkatan volume kendaraan bahkan tidak bisa dianggap remeh. Dibandingkan hari normal, lonjakannya diperkirakan mencapai 300 hingga 400 persen.

Sejumlah titik simpang yang menjadi perhatian utama antara lain Simpang Mrican dan Simpang Semampir. Dua lokasi ini dikenal sebagai pintu masuk dan keluar Kota Kediri yang cukup vital.

Kepadatan kemudian berlanjut ke beberapa ruas strategis lainnya. Di antaranya Simpang Iskandar Muda, Simpang Kawi, hingga Simpang Veteran yang menjadi jalur penghubung utama.

Tak hanya itu, kawasan Lirboyo dan Muning juga ikut terdampak peningkatan volume kendaraan. Arus lalu lintas di kawasan tersebut tampak lebih padat dibandingkan hari biasa.

Sementara itu, kawasan Simpang Jetis dan Alun-Alun Kota Kediri juga tak luput dari kepadatan. Meski bukan jalur utama keluar kota, dua titik ini menjadi simpul pertemuan kendaraan dari berbagai arah.

Baca Juga: Film 'Tunggu Aku Sukses Nanti' Angkat Realitas Saat Kumpul Keluarga di Momen Lebaran

Menariknya, kepadatan tidak terjadi secara merata di semua arah simpang. Hanya jalur tertentu yang mengarah ke Tulungagung yang mengalami lonjakan signifikan.

“Tidak semua arah padat, hanya yang menuju Tulungagung saja. Arah lainnya relatif sepi,” jelas Dicky.

Jalur menuju Tulungagung sendiri memang menjadi favorit masyarakat. Selain aksesnya relatif cepat, jalur ini juga menjadi penghubung antarwilayah yang cukup padat saat momen Lebaran.

Dua jalur utama yang paling banyak dilalui adalah melalui Mojo dan Ngadiluwih. Kedua jalur tersebut menjadi titik konsentrasi kendaraan yang terus meningkat sejak pagi.

Melihat kondisi ini, petugas ATCS tidak tinggal diam. Berbagai langkah dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap berjalan meski dalam kondisi padat.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah pengaturan durasi lampu lalu lintas secara situasional. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kondisi real-time di lapangan.

“Kami sesuaikan durasi lampu lalu lintas di lapangan, terutama pada kaki simpang yang padat agar arus tetap bergerak,” pungkasnya.

Dengan pengaturan tersebut, diharapkan antrean kendaraan tidak semakin panjang. Meski demikian, pengendara tetap diminta untuk waspada dan bersabar saat melintas di jalur padat.

Kondisi ini diprediksi masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Terlebih arus silaturahmi Lebaran biasanya mencapai puncaknya pada hari kedua hingga ketiga.

Bagi masyarakat yang hendak melintas dari Kediri menuju Tulungagung, penting untuk merencanakan perjalanan dengan baik. Menghindari jam-jam sibuk bisa menjadi solusi untuk mengurangi waktu tempuh.

Selain itu, memastikan kondisi kendaraan tetap prima juga menjadi hal penting. Mengingat perjalanan di tengah kepadatan membutuhkan konsentrasi tinggi dari pengemudi.

Baca Juga: Remake Lagu 'Ingin Kumiliki' Karya Tohpati, Perjalanan Penting Meiska dalam Bermusik

Arus lalu lintas yang meningkat ini menjadi gambaran bagaimana mobilitas masyarakat saat Lebaran terus mengalami perubahan. Pola perjalanan kini semakin dinamis dan tidak hanya terpusat pada arus mudik saja.

Situasi di Kediri menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kota penyangga ikut terdampak lonjakan mobilitas. Terutama pada jalur-jalur penghubung antarwilayah seperti menuju Tulungagung.

Jika tidak diantisipasi dengan baik, kepadatan ini berpotensi menimbulkan kemacetan panjang. Oleh karena itu, peran petugas dan kesadaran pengguna jalan menjadi kunci utama kelancaran arus lalu lintas.

Momentum Lebaran memang selalu menghadirkan cerita tersendiri di jalan raya. Di balik hangatnya silaturahmi, ada tantangan besar dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

EDITOR: Sabik Aji Taufan