JawaPos.com – Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk yang mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir mulai terurai. Hal itu terjadi usai PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP) mengerahkan kapal perbantuan KMP Prima Nusantara miliknya ke lintasan tersibuk Ketapang–Gilimanuk.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano memastikan kapal tersebut telah aktif beroperasi guna menambah kapasitas angkut dan mempercepat proses bongkar muat kendaraan, sehingga waktu tunggu pengguna jasa dapat ditekan secara bertahap.
Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada 17 Maret 2026 (H-4), tercatat sebanyak 25.105 unit kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa, naik 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 24.716 unit.
"Lonjakan tertinggi terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 16.909 unit atau meningkat 7,2 persen. Secara keseluruhan, total trip kapal mencapai 243 perjalanan dengan jumlah penumpang 74.263 orang," ujat Yossianis dalam keterangannya, Rabu (18/3).
Baca Juga: Banyak Ditolak Sekutunya, Trump Sesumbar AS Tak Butuh Lagi Bantuan NATO untuk Amankan Selat Hormuz
Sementara itu, kendaraan roda empat tercatat 6.016 unit, truk 1.586 unit, dan bus 594 unit. Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-4, total penumpang mencapai 383.398 orang atau naik 0,3 persen, sedangkan total kendaraan mencapai 122.892 unit atau meningkat 2,6 persen dibandingkan tahun lalu.
Di sisi lain, berdasarkan pemantauan lapangan pada Rabu (18/3) pukul 10.00 WITA, antrean kendaraan sempat mencapai wilayah Desa Melaya dengan panjang sekitar 11 kilometer dari pelabuhan. Namun, seiring peningkatan kapasitas layanan dan pengaturan arus yang lebih terstruktur, kondisi antrean mulai menunjukkan tren perbaikan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko menambahkan bahwa pengaturan operasional dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi di lapangan.
ASDP juga memastikan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga kelancaran layanan selama periode angkutan Lebaran. Selain itu, pihaknya akan terus melakukan penyesuaian pola sandar dan bongkar muat.
“Kami terus melakukan penyesuaian pola sandar dan bongkar muat agar pergerakan kapal semakin efisien dan antrean dapat berkurang secara bertahap,” tukasnya.