← Beranda
Macet Horor 31 KM di Gilimanuk! ASDP Tambah Armada Kapal Mudik Nyepi, Terapkan Skema Kapal "Sapu Jagat"!
Ryandi ZahdomoSenin, 16 Maret 2026 | 19.01 WIB
Kemacetan parah di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk. Ekor antrean sempat mencapai Hotel Jimbarwana yang berjarak 31 kilometer dari Gilimanuk. (Radar Bali/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, berubah menjadi lautan kendaraan pada Minggu (15/3). Lonjakan arus mudik menjelang Hari Raya Nyepi memicu kemacetan horor hingga sejauh 31 kilometer, mencapai wilayah Kecamatan Negara.

Dikutip dari Radar Bali (JawaPos Group), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberlakukan prioritas penuh untuk menyeberangkan kendaraan dari Bali menuju Pulau Jawa guna mengurai antrean yang tak kunjung putus.

Strategi utama yang diterapkan adalah pola operasional Tiba Bongkar Berangkat (TBB). Dalam skema ini, kapal yang sandar di Pelabuhan Ketapang hanya menurunkan penumpang dan kendaraan, lalu segera balik kanan ke Gilimanuk tanpa memuat kendaraan dari arah Banyuwangi.

Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale menegaskan, langkah ini diambil untuk mempercepat pergerakan kapal di selat Bali.

"Pemberlakukan pola penuh TBB di Dermaga III Pelabuhan Ketapang mulai diterapkan hari ini sebagai bagian dari percepatan layanan," ujar Windy Andale dikutip Senin (16/3).

Total 35 Kapal Dikerahkan 24 Jam Nonstop

Untuk memastikan arus mudik tetap mengalir, ASDP kini mengoperasikan total 35 kapal selama 24 jam penuh. Jumlah ini meningkat signifikan dari kondisi normal yang biasanya hanya menyiagakan 28 kapal.

Baca Juga: Menlu Iran Araghchi Sebut Pihaknya Menyambut Baik Inisiatif untuk Akhiri Konflik Timur Tengah

Fasilitas dermaga pun dimaksimalkan. Sebanyak 17 dermaga aktif dikerahkan, dengan rincian 9 dermaga di Ketapang dan 8 dermaga di Gilimanuk. Untuk menjaga pasokan logistik, dermaga LCM (Landing Craft Machine) dikhususkan untuk truk pengangkut bahan pokok dan BBM agar tidak bercampur dengan kendaraan pribadi.

Rekayasa Lalu Lintas dan Penutupan Nyepi

Perlu diingat, Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup total pada 18–20 Maret 2026 untuk menghormati Hari Raya Nyepi. Hal inilah yang memicu warga berbondong-bondong keluar Bali lebih awal.

Polda Bali juga telah menerapkan delay system atau sistem penyekatan di wilayah Denpasar, Badung, hingga Tabanan untuk truk sumbu tiga ke atas. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban volume kendaraan yang masuk ke Jembrana.

"ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa," tutur Windy Andale.

Senada dengan hal tersebut, General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko mengungkapkan adanya penambahan armada untuk memperkuat skema "sapu jagat" ini. Dari yang semula hanya 6 kapal, kini menjadi 11 kapal yang khusus menjalankan pola TBB.

"Skema ini kami terapkan agar proses perputaran kapal lebih cepat. Kapal tiba di Ketapang langsung bongkar lalu kembali lagi ke Gilimanuk untuk mengambil kendaraan yang masih antre," jelas Arief Eko.

Bagi Anda yang berencana menyeberang, pastikan memantau kondisi terkini karena arus kendaraan diprediksi masih akan memuncak hingga H-1 penutupan Nyepi.

EDITOR: Sabik Aji Taufan