← Beranda
Pemerintah Percepat Pemulihan Layanan Adminduk di Empat Wilayah Terdampak Bencana Aceh
Dimas ChoirulSelasa, 13 Januari 2026 | 21.54 WIB
Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh dengan agenda jemput bola pelayanan administrasi kependudukan. (Istimewa)

JawaPos.com–Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh dengan agenda jemput bola pelayanan administrasi kependudukan. Selama empat hari, mulai Senin (12/1) hingga Kamis (15/1) rombongan melakukan serangkaian kegiatan jemput bola dan pemberian bantuan perangkat operasional untuk memperkuat layanan administrasi kependudukan.

Agenda kunjungan Dirjen juga meliputi peninjauan pelayanan di kantor Disdukcapil setempat, posko layanan di lapangan serta pertemuan dengan kepala daerah. Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi langsung memimpin kunjungan ke empat wilayah terdampak bencana di Aceh. Yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, dan Kota Langsa.

Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyerahkan bantuan hibah berupa peralatan perekaman dan pencetakan KTP elektronik senilai Rp 421 juta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan diterima Bupati Armia Fahmi. Penyerahan bantuan juga akan dilakukan di tiga daerah lainnya.

Bantuan tersebut terdiri atas perangkat mobile enrollment, printer CR707E, printer kertas, card reader, ribbon, film, serta perlengkapan pendukung lain. Perlengkapan itu digunakan untuk mempercepat pelayanan administrasi kependudukan, khususnya di daerah terdampak bencana.

Selain itu diserahkan pula oleh-oleh dari Jakarta berupa blanko KTP elektronik sebanyak 4.000 keping di masing masing daerah yang dikunjungi. Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyampaikan komitmen pemerintah pusat untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

”Dukcapil selalu berada di garis depan untuk melayani masyarakat. Penugasan tim ke Aceh ini adalah wujud nyata bahwa negara tidak pernah absen dalam menjamin hak identitas setiap warga, sekalipun di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa pelayanan publik harus terus berjalan tanpa henti,” tegas Teguh.

Teguh juga menegaskan, kehadiran tim jemput bola pelayanan adminduk dukcapil di Aceh bukan sekadar simbolik, melainkan untuk memastikan layanan publik, khususnya penerbitan dokumen kependudukan pasca bencana benar-benar berjalan.

”Kami hadir untuk memastikan masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Kota Langsa,  dan Aceh Utara, tetap mendapatkan hak administrasi kependudukan. Dengan dukungan perangkat yang kami bawa dan serahkan, layanan perekaman dan pencetakan dokumen kependudukan bisa kembali berjalan optimal meski dalam kondisi keterbatasan infrastruktur,” ujar Dirjen Teguh.

Untuk mendukung pemulihan layanan adminduk di daerah terdampak bencana, Ditjen Dukcapil menyerahkan bantuan berupa perangkat perekaman dan pencetakan KTP elektronik.

Bantuan untuk Kabupaten Aceh Timur terdiri atas:

- 1 unit Printer CR707E, 600 DPI (Card Reader + SAM)

- 2 unit CR707 PETG Ribbon CMYKR

- 1 unit CR707 Clear RTR Film

- 1 set Cleaning Card (Double Adhesive)

Bantuan untuk Kota Langsa yakni:

- 2 unit Printer CR707E, 600 DPI (Card Reader + SAM)

- 4 unit CR707 PETG Ribbon CMYKR

- 2 unit CR707 Clear RTR Film

- 2 set Cleaning Card (Double Adhesive)

Bantuan untuk Kabupaten Aceh Utara:

2 set mobile enrolment

1 unit printer Fargo

1 unit card reader beserta SAM

1 set power station

1 set perangkat Starlink

1 set solar panel

2 unit printer kertas

2 unit tinta printer ink

2 ribbon

1 film

1 set cleaning kit

8.000 keping blanko KTP elektronik

Dengan dukungan tersebut, Teguh Setyabudi berharap kapasitas layanan Disdukcapil di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Kota Langsa, semakin kuat. Terutama dalam menghadapi keterbatasan infrastruktur kelistrikan dan jaringan.

Ditjen Dukcapil menegaskan komitmen untuk mempercepat pemulihan layanan serta memastikan hak administrasi kependudukan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah