JawaPos.com - Sebelum diluncurkan pada 20 November 2025 lalu, Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya sempat diprotes kehadirannya oleh sejumlah pihak. Keberadaan bus Trans Jatim disebut-sebut bisa mematikan angkot-angkot di terminal.
Namun, kekhawatiran itu dipatahkan oleh realitas di lapangan. Terbukti, belum sebulan beroperasi, rata-rata Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya sudah melayani 4.500 penumpang, ini setara dengan load factor 150 persen per hari.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono menegaskan, kehadiran Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya bukan untuk menyaingi apalagi mencuri penumpang angkutan kota (angkot).
“Bus Trans Jatim itu ibarat pipa air besar. Kalau pipa besarnya berisi dan mengalir, otomatis pipa-pipa kecil, seperti angkutan kota juga ikut teraliri,” tutur Kadishub Nyono di Surabaya, Senin (1/12).
Konsep utama Trans Jatim adalah mengalirkan penumpang ke moda-moda transportasi lanjutan, seperti angkot. Artinya, anggapan Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya mematikan angkutan kota, ditegaskan Nyono adalah keliru.
“Air di pipa besar itu tidak berhenti karena anggaran Trans Jatim Koridor I Malang Raya, terus mengalir. Jadi feeder dan angkutan kota itu juga otomatis akan ikut terisi dan bergerak,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya diluncurkan oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa pada Jumat (20/11) lalu. Bus ini melayani rute Terminal Hamidi Rusdi - Terminal Landungsari - Terminal Batu.
Pada awal peluncuran, Dishub Jatim menyediakan 15 armada, dengan rincian 14 bus operasional dan 1 bus cadangan. 7 bus mulai beroperasi dari Terminal Hamidi Rusdi, 7 bus lainnya beroperasi dari Terminal Batu.
Meski antusiasme penumpang Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya tinggi, Dishub Jawa Timur belum berniat menambah armada. Artinya masih dengan 14 bus beroperasi normal dan 1 bus cadangan.
”Tidak kami gunakan semua. Karena kalau digunakan semua, sewaktu-waktu ada satu bus yang trouble bisa mengganggu pelayanan (Trans Jatim Koridor I Malang Raya. Jadi 1 armada bus itu untuk cadangan," pungkasnya.