← Beranda
Kodam 1/BB Terjun Langsung Bantu Evakuasi Warga Terdampak Bencana Di Tapanuli Selatan
Bintang Pradewo• Rabu, 26 November 2025 | 17.08 WIB
Personel Kodam 1/Bukit Barisan, selalu siap siaga dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. (Istimewa)

JawaPos.com – Personel Kodam 1/Bukit Barisan, selalu siap siaga dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Hal ini ditunjukkan oleh anggota Koramil 01 / Batangtoru dari jajaran Kodim 0212 / Tapsel yang dikerahkan langsung dalam membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (25/11).

Proses evakuasi berlangsung dramatis ketika empat personel yang turun ke lokasi diterjang arus deras hingga dua di antaranya sempat hanyut dan dinyatakan hilang.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat banjir tiba-tiba melanda permukiman warga. Ketika para anggota Koramil tengah mengevakuasi masyarakat, debit air mendadak meningkat dan menyeret dua prajurit, yakni Sertu Nelwan Abdi Negara dan Serda Dame Ginting. Situasi makin sulit karena akses jalan di sejumlah titik tertutup longsor.

Tim gabungan segera melakukan pencarian. Pada pukul 16.35 WIB, Sertu Nelwan ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara itu, Serda Dame Ginting belum ditemukan sehingga upaya penyisiran diperluas hingga ke wilayah sekitar Desa Garoga.

Pencarian kembali membuahkan hasil pada pukul 19.30 WIB. Serda Dame Ginting ditemukan selamat di rumah warga Desa Batu Horing, Kecamatan Batangtoru.

Dia diduga terseret arus beberapa meter sebelum berhasil mencapai tempat lebih tinggi dan kemudian ditolong warga setempat.Bukti kesiapsiagaan prajurit Kodam 1/ BB dalam membantu warga menghadapi bencana juga ditunjukkan melalui apel kesiapsiagaan untuk penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah. Kegiatan berlangsung di Kesdam I/BB, Jalan Gaperta, Helvetia, Medan, Selasa (25/11/2025).

Asops Kasdam I/BB Kolonel Inf Eko Antony Chandra Lestianto, M.H., dalam pengarahannya menyampaikan, apel ini digelar untuk memastikan kesiapan personel dan materiil yang akan diberangkatkan guna membantu masyarakat terdampak bencana.

Ia juga menginstruksikan seluruh anggota mempersiapkan perlengkapan serta bekal pribadi untuk kebutuhan tugas selama beberapa hari ke depan.

Ia menambahkan bahwa seluruh personel yang terlibat akan kembali berkumpul di Makodam I/BB untuk pengecekan akhir sebelum keberangkatan. Rombongan nantinya bergerak secara konvoi, terdiri dari konvoi alat berat dan konvoi pasukan, dengan pengawalan dari Polisi Militer.

Adapun satuan yang terlibat dalam pengiriman bantuan tersebut meliputi Kesdam I/BB, Bekangdam I/BB, serta Batalyon Zeni Tempur 1/DD (Yonzipur 1/DD). Sebanyak 300 personel akan diberangkatkan untuk mendukung percepatan penanganan darurat, termasuk evakuasi, pembukaan akses jalan, hingga dukungan kesehatan dan logistik di wilayah terdampak.

Minta Tolong

Diberitakan sebelumnya, bencana hidrometeorologi melanda wilayah Pantai Barat Sumatera Utara dan membuat situasi kian genting. Tak hanya banjir besar dan longsor yang memutus jalur utama di Sibolga, Tapanuli Tengah, Padangsidimpuan, Mandailing Natal (Madina), dan Tapanuli Selatan (Tapsel), kini sebanyak 50 warga Tapteng dilaporkan terjebak di tengah hutan tanpa akses keluar.

Mereka mengungsi seadanya di tengah butan setelah longsor menutup jalan dari dua sisi dan meminta pertolongan kepada Bupati.

“Pak Bupati, tolong kami di sini, Pak Bupati. Kami di tengah hutan ini. Kiri-kanan longsor. Nggak ada lagi jalan keluar,” ujar seorang warga dalam video yang beredar luas, dikutip Rabu (26/11).

“Tolong kami, tolong. Ada sekitar 50 orang, Pak Bupati. Kiri-kanan udah hancur ini tolong secepatnya,” lanjutnya dengan suara panik.

Dalam video yang diunggah akun rose_zebua28, puluhan warga tampak mengemper di bawah pepohonan dengan perlindungan seadanya: payung, terpal, dan plastik. Mereka bertahan di tengah hujan sambil menunggu bantuan datang.

Madina Terparah, Ribuan Rumah Terendam

Di Mandailing Natal, dampak banjir menjadi yang paling parah. Ribuan rumah di empat desa di Siulang Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, terendam air setinggi 1–2 meter. Hingga Selasa (25/11), air belum juga surut akibat hujan deras yang tak kunjung berhenti.

“Rumah kami masih tergenang air. Saudara di Lubuk Kapundung I, II, dan Rantau Panjang sudah mulai kembali untuk bersih-bersih. Tapi bantuan belum turun sama sekali. Kami sulit keluar karena satu-satunya jalur akses adalah transportasi udara,” ungkap Sadun Lubis, seperti dikutip dari Sumut Pos (Jawa Pos Grup).

Tapsel Lumpuh: Tiga Jalur Nasional Putus Total

Kerusakan parah juga terjadi di Tapanuli Selatan. Tiga jalan nasional—Lintas Barat, Lintas Tengah, dan Lintas Timur—putus total di lima titik sekaligus:

Lintas Barat Danau Siais–Pantai Barat Natal amblas di Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur.

Lintas Tengah tertutup longsor di Parsalakan, Tobotan, dan Aek Nabara, serta terendam banjir hingga 30 cm di Aek Sijorni, Desa Silaiya.

Lintas Timur terganggu akibat longsor besar di Desa Pengkolan, Sipirok, yang menutupi hampir seluruh badan jalan.

“Longsor di Tobotan dan Aek Nabara menyeret empat mobil ke jurang. Hingga kini belum bisa dievakuasi,” ujar Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Tapsel, Mara Sutan Harahap.

Sibolga–Tapteng: Ribuan Warga Terdampak

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 26 November 2025: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan

Di Kota Sibolga, banjir melanda Kecamatan Sibolga Selatan. Sedangkan di Tapanuli Tengah, sembilan kecamatan terendam dengan total 1.092 keluarga terdampak.

Akses antarwilayah juga terputus akibat longsor di Jalan Nasional Tarutung–Sibolga, tepatnya di Parsikkaman, Kecamatan Sitahuis. Kondisi ini membuat bantuan dan mobilitas warga semakin tersendat.

Hingga laporan ini disusun, penanganan darurat masih berlangsung, sementara cuaca ekstrem diperkirakan terus berlanjut dan berpotensi memperburuk situasi di lapangan. Pemerintah daerah kini berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan warga yang terisolasi dan memulihkan akses vital di Pantai Barat Sumatera Utara.

EDITOR: Bintang Pradewo