JawaPos.com - Pamekasan menjadi salah satu daerah di Madura yang rawan kekeringan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, 83 dari 178 desa di kabupaten ini berpotensi mengalami kekeringan setiap tahun. Kondisi tersebut membuat pembangunan sumur bor menjadi kebutuhan mendesak agar warga memiliki akses air bersih yang layak.
Upaya ini salah satunya diwujudkan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui program Pelindo Peduli Kekeringan. Di Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Pelindo membangun sumur bor sedalam 75 meter, sumur penampung di Desa Tampojung, serta jaringan pipanisasi sepanjang 2.500 meter.
Fasilitas ini kini menjangkau 164 kepala keluarga (KK), termasuk 68 KK baru yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih. Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, mengatakan bahwa ketersediaan air bersih bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga berdampak pada produktivitas, kesehatan, hingga pendidikan masyarakat.
"Air adalah sumber kehidupan. Dengan adanya akses air bersih, masyarakat bisa hidup lebih sehat dan meningkatkan kesejahteraan," ujarnya, Kamis (11/9).
Program ini berkelanjutan dari inisiatif PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha Pelindo, yang sebelumnya memenangkan Pelindo TJSL Community Development Awards 2024. Pelindo menegaskan, fokus Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan mencakup pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta kelestarian lingkungan.
Departemen Head TJSL Pelindo, Febrianto Zenny, menambahkan aspek keberlanjutan menjadi prioritas. Untuk itu, dibentuk kelompok pengelola di tingkat desa dengan panduan tata kelola yang jelas.
"Harapannya, masyarakat dapat menjaga sekaligus mengembangkan fasilitas ini secara mandiri sehingga manfaatnya berlanjut," katanya.
Bagi warga dengan penghasilan rata-rata Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per bulan, kehadiran sumur bor menjadi penopang penting. Air bersih yang dulu sulit didapat kini lebih mudah diakses, sekaligus menopang usaha tani, memperbaiki gizi keluarga, dan mengurangi beban ekonomi rumah tangga.