JawaPos.com - Hujan yang mengguyur Kecamatan Munjungan pada Kamis (18/4) hingga dini hari kemarin (19/4) mengakibatkan kawasan tersebut mengalami banjir hingga empat rumah terseret arus sungai.
Empat rumah yang terseret banjir tersebut berada di Dusun Bungur, Desa Munjungan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, tepatnya di dekat aliran Sungai Bungur.
Salah satu pemilik rumah, Qomarudin, mengatakan bahwa banjir di kawasan tersebut terjadi pada Kamis (18/4) sekitar pukul 21.00 WIB.
Kemudian sekitar pukul 22.00 WIB banjir terus membesar dan membuat warga setempat mulai merasa resah dan segera bersiap untuk mengungsi.
"Tadi malam waktu kejadian (banjir, Red), kami sekeluarga berada di rumah," ungkap Qomarudin seperti dikutip dari Radar Tulungagung (Jawa Pos Group), Sabtu (20/4).
Melihat kondisi banjir yang semakin membesar dan aliran sungai yang cukup kencang, Qomarudin beserta keluarga dan juga warga setempat terus siaga.
Ia akhirnya memutuskan untuk mencari tempat yang lebih aman dengan mengungsi ke rumah tetangga. Tak berselang lama, rumah Qomarudin dan tiga rumah lainnya terseret arus sungai.
"Untuk ambrolnya mulai terjadi jam 24.00. Sebelum ambrol, kami sudah pindah, tapi barang-barang masih di rumah," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebenarnya jarak rumah dengan bibir sungai tersebut cukup jauh, yakni sekitar 20 meter. Sehingga diperkirakan masih aman.
Ternyata, kuatnya arus sungai terus menggerus bantaran dan membuat bibir sungai semakin melebar.
Bantaran sungai yang melebar tersebut semakin mendekati rumah warga dan menggerus rumah-rumah tersebut.
"Mulai tergerus pada Desember 2023," ujarnya.
Beruntungnya, kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa karena penghuni rumah sudah keluar sebelum rumah tersebut terseret arus sungai.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek St. Triadi Atmono mengatakan bahwa rumah yang terseret banjir tersebut berada di bantaran Sungai Bungur.
Banjir tersebut setidaknya mengakibatkan empat rumah hanyut dan satu masjid terkikis. Saat ini kondisi rumah yang terdampak banjir aliran Sungai Bungur sudah dikosongkan.
Untuk mencegah adanya korban jiwa, penghuni kini mengungsi ke rumah saudara ataupun tetangga yang lebih aman.
"Sebagai tindak lanjut, ada pengamanan aliran sungai dari BBWS," terangnya.
Berdasarkan data dari BPBD, terdapat beberapa desa di Kecamatan Munjungan yang terdampak banjir. Seperti di Desa Munjungan, Tawing, Masaran, dan Bangun.
Hingga siang kemarin, banjir di kawasan tersebut sudah mulai surut dan masyarakat setempat juga dibantu oleh tim BPBD dalam membersihkan material banjir.