← Beranda
Libur Nataru, Semua Akses Wisata di Sepanjang JLS Tulungagung akan Ditutup jika Terindikasi Begini
Elista Ita Yustika• Sabtu, 23 Desember 2023 | 16.22 WIB
Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Jodi Indrawan. (Radar tulungagung)

JawaPos.com – Menjelang libur panjang Nataru, Jalur Lintas Selatan (JLS) sudah diprediksi akan menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan untuk menghabiskan waktu liburnya.

Pemandangan hamparan pantai dan persawahan indah yang disuguhkan oleh JLS ini agaknya sudah sampai ke telinga sebagian besar orang. Apalagi, wisata baharinya telah banyak terekspos di berbagai media sosial.

Berdasarkan hal tersebut, sudah dipastikan jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke wisata pantai di sepanjang JLS akan meningkat hingga 150 persen saat periode hari libur Natal dan tahun baru 2024 (Nataru).

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Wisatawan Bahari di JLS Tulungagung, Kasatlantas Lakukan Rekayasa Arus Lalu Lintas, Simak Titik-titik Pemberlakuannya

Untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan itu, beberapa Satlantas yang daerahnya dilewati oleh JLS ini mulai melakukan rekayasa lalu lintas. Rekayasa lalu lintas ini juga sedang digencarkan beberapa waktu lalu oleh Satlantas Tulungagung.

Rekayasa lalu lintas yang diberlakukan oleh Satlantas Tulungagung ini tak lain untuk menjamin keamanan, keselamatan wisatawan, dan pengguna jalan di sepanjang JLS Tulungagung saat libur Nataru.

Dilansir Radar Tulungagung (JawaPos Grup), Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Jodi Indrawan membeberkan bahwa, selain mengamankan wisatawan, rekayasa lalu lintas ini juga memungkinkan para wisatawan tidak dapat masuk ke area wisata yang mereka akan tuju.

Baca Juga: Indah! Inilah 5 Pantai yang Akan Anda Lewati saat Melintas JLS Tulungagung-Blitar, Salah Satunya Ada Hidden Gem-nya Kota Marmer

Hal itu tentu dapat terjadi jika kondisi area parkir di objek wisata yang berada di JLS Tulungagung sudah penuh. Dalam hal ini, rekayasa lalu lintas yang diterapkan adalah dengan cara menutup akses jalan ke wisata tersebut.

Jodi menuturkan bahwa pihaknya akan menutup jalur beton tersebut apabila seluruh tempat wisata yang berada di sepanjang JLS Tulungagung khususnya pantai, telah dipenuhi oleh wisatawan.

“Mulai dari pantai Midodaren, Gemah, Klatak hingga perbatasan Kabupaten Trenggalek akan kita adakan rekayasa lalin dengan menutup tujuan wisata ketika kantung parkir penuh,” jelasnya Jumat (22/12), seperti yang dikutip Radar Tulungagung (JawaPos Grup).

Baca Juga: Gaduh Lapak-lapak Liar di JLS Tulungagung, Kades Keboireng Sebut Itu Atas Izin LMDH Berdasar Petok Kuning

Penerapan rekayasa lalu lintas dengan menutup akses jalan menuju tempat wisata itu dilakukan dengan tujuan untuk antisipasi lonjakan wisatawan saat hari libur Nataru. Jika wisatawan yang berkunjung melebihi kapasitas tempat wisata, dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan dan keamanan wisatawan itu sendiri.

“Apabila kantong parkir sudah penuh, kami akan tutup JLS. Jadi kita utamakan keselamatan dan keamanan, dari pada kita paksakan masuk nantinya kesulitan untuk keluar,” ucapnya, seperti yang dikutip Radar Tulungagung (JawaPos Grup).

Sementara itu, diketahui jumlah kuota parkir di setiap destinasi wisata pantai di JLS Tulungagung telah ditentukan. Sehingga sistemnya nanti, jika salah satu kantung parkir penuh, wisatawan akan diarahkan ke destinasi wisata pantai berikutnya yang tak jauh dari sana.

Kantung parkir pantai terbanyak berada di pantai Midodaren dengan 400 kuota parkir mobil, sedangkan kuota terkecil ada di pantai Klatak. Kuota parkir ini juga dapat dijadikan acuan untuk wisatawan dalam menentukan pantai mana yang akan disinggahi.

Selain penutupan area wisata itu, pihaknya juga akan menertibkan pengguna jalan di JLS Tulungagung yang parkir di badan jalan. Ketika ada pengguna jalan yang ketahuan berhenti di badan jalan, maka Satlantas yang bertugas akan memperingatkan pengendara untuk segera melanjutkan perjalanannya.

Baca Juga: Berkat Rampungnya JLS Tulungagung, Tujuh Pantai Ini Jadi Mesin FYP di Media Sosial

“Tapi selagi parkir di badan jalan akan kita usir. Kita tegas, nantinya akan ada 4 mobil yang akan terus memantau sepanjang JLS,” pungkasnya.

Hal itu dilakukan karena dapat membahayakan pengguna jalan lain yang akan melintas. Apalagi, melihat kondisi jalan JLS Tulungagung yang penuh dengan tanjakan dan turunan yang cukup terjal.

“Karena medan jalan di JLS itu tanjakan dan turunan. Jadi sangat berbahaya kalau terjadi antrian di medan-medan itu, kampas rem maupun kopling bisa gosong,” paparnya.

EDITOR: Nicolaus