← Beranda
Enam Komodo Dilepas ke Habitat Asli di Cagar Alam Wae Wull
Dhimas Ginanjar• Kamis, 17 Agustus 2023 | 03.43 WIB
Ilustrasi komodo.


JawaPos.com
- Lembaga Konservasi Taman Safari Bogor dan Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) melepas enam komodo ke habitat aslinya di Cagar Alam Wae Wull, Manggarai Barat, NTT. Proses pelepasan dilakukan Senin (14/8) di Pelataran Rainforest Taman Safari Bogor oleh Sekertaris Direktur Jendral KSDAE. Pelepasan itu menjadi bukti keberhasilan sinergi  dalam mengembangbiakkan satwa liar dilindungi. 

Di balik proses itu ada peran PT Smelting (PTS) sebagai penyandang dana program konservasi. Perusahaan yang beroperasi di Gresik itu berkolaborasi dengan Taman Safari Indonesia (TSI). Kepala Balai Besar KSDA NTT Arief Mahmud menilai upaya konservasi komodo dan habitatnya tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah.

Dibutuhkan peran swasta seperti yang dilakukan PT Smelting dan TSI untuk menjaga kelestarian satwa kharismatik ini. Langkah-langkah pelestarian komodo terus mengalami kemajuan. Diawali dengan keinginan PT Smelting untuk membantu melestarikan satwa terancam punah setelah sebelumnya berhasil mengembangbiakkan dan melepasliarkan Elang Jawa ke alam.

Program konservasi komodo itu diinisiasi sejak 2022 lalu. "Kerja sama berhasil mengembangbiakkan komodo di kandang pemeliharaan dan melepasliarkan enam ekor ke Cagar Alam Wae Wuul, Manggarai Barat. Kami berharap semua pihak mendukung upaya konservasi komodo melalui pelepasliaran nantinya. Kami juga mengharapkan peran masing-masing sesuai kapasitas dengan rasa kepedulian yang sama," ujar Arief.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Smelting Irjuniawan P Radjamin menilai, sinergi perusahaannya dengan KLHK dan TSI ini didasari keinginan untuk bersama-sama ikut melestarikan satwa Komodo di Indonesia. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil tambang, PT Smelting menyadari pelestarian di Indonesia memang membutuhkan perhatian khusus. Apalagi, Komodo menjadi salah satu satwa kebanggaan Indonesia, selain elang jawa dan harimau sumatera.

Dalam lima tahun kerja sama ini, banyak usaha konservasi yang disepakati. “Komitmen konservasi kami sampaikan tiap tahunnya. Banyak hal yang kami lakukan bersama mulai dari habituasi pakan dan lingkungan komodo yang telah berjalan selama setahun lebih. Kami juga bangun kandang habituasi di CA Wae Wuul sebagai tempat habituasi sementara untuk satu bulan sebelum akhirnya dilepasliarkan ke alam," terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, komodo yang dilepas juga dilengkapi dengan GPS untuk mendeteksi home range dan habbit. "Nantinya, akan dijadikan bahan tulisan yang dipublikasikan sebagai kontribusi untuk Ilmu terapan dalam bidang konservasi komodo,” jelas Sr. Section Manager of GA PT Smelting Saptohadi Prayetno.

Sejalan dengan persiapan, TSI juga telah melaksanakan riset DNA dan sebaran populasi, monitoring habitat dan populasi. Hingga akhirnya dilakukan pemberangkatan enam komodo dan dilanjut pelepasliaran pada September mendatang.

“Untuk itulah kenapa gerakan penyelamatan dan pelestarian satwa komodo ini jangan sampai berhenti pada program ini saja. Kita harus berlanjut sampai masyarakat Indonesia memahami bahwa komodo adalah kekayaan Indonesia yang harus dijaga terus-menerus,” ujarnya.

Seperti diektahui, komodo menjadi salah satu kekayaan intelektual kesatwaan Indonesia yang dilindungi oleh undang-undang. Pemerintah Indonesia, kata dia, memberi amanah dan kepercayaan kepada PT Smelting dan TSI untuk mengembangbiakkan satwa ini agar tetap lestari agar populasinya tetap terjaga.

EDITOR: Dhimas Ginanjar