JawaPos.com - Ancaman serangan hewan buas di kawasan Tawangmangu dimungkinkan masih terjadi. Maka dari itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Surakarta mengimbau kepada para warga yang memiliki hewan ternak untuk memperkuat konstruksi kandangnya.
Hal ini mengantisipasi jika nanti ada hewan buas yang kembali turun ke pemukiman untuk mencari mangsa. "Warga diimbau untuk terus waspada, dan memperkuat kandangnya," terang Kasi Konservasi BKSDA Wilayah I Surakarta, Titi Sudaryanti, Jumat (2/11).
Selain itu, untuk memastikan keamanan sekitar pemukiman warga, BKSDA juga menyiagakan petugas. Di samping untuk menjaga keamanan, ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti jenis hewan buas yang memangsa kambing milik warga.
Pasalnya, sampai saat ini belum diketahui secara pasti mengenai jenis hewan buas. Meskipun besar kemungkinan bahwa hewan buas tersebut adalah jenis macan tutul. "Berdasarkan keterangan saksi dan juga coraknya bisa kami simpulkan seperti itu (macan tutul)," katanya. Titi juga mengatakan, bahwa sampai saat ini populasi macan tutul di lereng gunung Lawu memang masih ada.
Hanya saja, pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa jumlah yang tersisa. Sedangkan mengenai penyebab macan tutul turun ke pemukiman warga, Titi mengatakan, ada beberapa kemungkinan. Seperti terjadinya kebakaran di lahan hutan Lawu. Kondisi tersebut memaksa macan tutul untuk turun dan mencari mangsa di pemukiman warga.