JawaPos.com – Teka-teki keluarga yang diamankan di Jogja oleh Tim Densus 88 terungkap. Saefulloh yang diamankan beserta istri dan anak-anaknya diketahui merupakan mantan narapidana teroris (napiter). Pihak kepolisian pun mengkonfirmasi penangkapan itu langsung dilakukan oleh Densus 88.
Ketua RT 5/35 Bedingin Wetan, Sumarjono mengatakan, ia mendapatkan info Saefulloh merupakan seorang napiter. "Saya mendapat informasi SHF itu mantan napi teroris," katanya, Rabu (11/7).
Menurut Sumarjono, Saefulloh merupakan warga asal Tegal yang mengontrak selama setahun terakhir di rumah milik Pramono tetangganya. Terhitung sejak Februari 2018 lalu, yang bersangkutan
Selama sekitar 5 bulan itu, Saefulloh bekerja sebagai penjual martabak. Sementara istrinya berjualan bakso tusuk yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah kontrakan.
Sejak tinggal di lingkungan masyarakat, Saefulloh pun bersikap baik kepada para tetangganya. Serta aktif di kegiatan sosial, seperti kerja bakti maupun beribadah pergi ke masjid. "Dia orangnya pendiam, jarang ngobrol," ucapnya.
Kapolres Sleman AKBP Firman Lukmanul Hakim mengatakan, penangkapan dan penggeledahan yang dilakukan pada Rabu (11/7) pagi itu tak diketahui oleh pihaknya. "Saya gak tahu sama sekali, itu Densus. Saya gak tahu apa-apa, Densus Mabes langsung yang turun," timpalnya.
Sebagaimana diketahui, penangkapan sekeluarga di Sleman dilakukan oleh kepolisian berpakaian preman. Selain Saefulloh dan juga istri serta anak-anaknya, juga diamankan beberapa barang bukti. Seperti pedang, busur panah, pisau, laptop, maupun buku-buku.