← Beranda
Cuaca Ekstrem, Petani di 3 Kabupaten NTT Tetap Tanam Padi
Imam SolehudinKamis, 9 Februari 2017 | 21.32 WIB
Stah Ahli Menteri Pertanian, Ani Andayani saat menanam padi bersama warga di Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/2).

JawaPos.com - Cuaca eksrem yang melanda provinsi Nusa Tenggara Timur sejak Senin hingga Rabu (6-8/2), tak menyurutkan antusiasme para petani di sana buat menanam padi. Misalnya di kawasan Flores Timur, Sikka, dan Nagekeo. 


“Di saat golden time, petani NTT bisa panen air yaitu di bulan basah ini Januari dan Februari, kejadian luar biasa itu datang secara dahsyat. Namun tetap tidak menyurutkan petani untuk bertanam demi keberadaan air yang terbatas ini,” kata Staf Ahli 


Menteri Pertanian, Ani Andayani sekaligus Penanggungjawab Upsus (Upaya Khusus) Wilayah NTT di Kupang, Kamis (9/2).


Ani menjelaskan, terus berlangsungnya kegiatan penanaman padi tersebut karena kultur masyarakat setempat yang masih kental dengan budaya gotong royong. Bagi warga di sana, pantang untuk menunda tanam di lahan sawah atau tegalan.


“Petani NTT tetap bertanam dimana dibuktikan bahwa luas tambah tanam harian di atas 1000 ha. Itu sebuah bukti bahwa masyarakat tetap aktif bertanam,” jelasnya.


Ani bersyukur lantaran kegiatan Upsus peningkatan produksi padi juga sangat didukung oleh Gubernur NTT, Pj Bupati Flotim serta jajaran dinas pertanian provinsi dan kabupaten setempat. Utamanya bagaimana memanfaatkan golden time panen air, melaksanakan blusukan ke lapangan. 


"Serta tetap menyelenggarakan rapat koordinasi dan konsolidasi pembangunan pertanian bersama para penyuluh dan petani. Alhamdulillah, sistem Culik tanam sebagai upaya percepatan luas tanam tanam terus dilakukan pula sehingga Februari ini bisa berupaya mencapai sasaran,” pungkasnya.(mam/JPG)


EDITOR: Imam Solehudin