JawaPos.com - Jumlah korban tewas atas tenggelamnya kapal pengangkut tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal Tanjung Leman, Mersing, Johor Malaysia mencapai 16 orang. Selain itu tim SAR Malaysia juga telah mengavakuasidua korban selamat lainnya.
Komandan Lantamal (Danlantamal) IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama (Laksma) TNI S Irawan mengatakan, dari data yang diperoleh pihaknya hingga hari ketiga pencarian, jumlah korban meninggal yang ditemukan mencapai 16 orang. Terdiri dari 9 orang pria dan 7 wanita.
"Korban selamat dua orang, satu wanita dan satu orang pria. Mereka pun masih mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit di Johor," ujar Irawan yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Kamis (26/1).
Dikatakan Irawan, berdasarkan informasi dan data yang dihimpun tim WFQR dengan berkoordinasi dengan unsur terkait di Malaysia, jumlah keseluruhan penumpang di kapal yang karam tersebut berjumlah 40 orang. "Dua korban yang ditemukan hari ini (kemarin) berjenis kelamin laki-laki. Jenazahnya ditemukan tim SAR di perairan karamnya speed tersebut," sambungnya.
Sedangkan pencarian hari ini, jelas Irawan, dilakukan oleh APMM Malaysia, unsur Pengawal 32 dan 43 serta Tujuh personel FOB. Sedangkan unsur dari instansi terkait lainnya tidak ada. "Pencarian masih dilakukan disepanjang pantai lokasi kejadian dengan seluas 5 Nautical Mile (NM). Untuk korban selamat dua orang itu satu pria WN Malaysia atas nama Zainal Abidin, 28, dan satu orang wanita Helmi, 20, asal Indonesia," jelas Irawan.
Sebelumnya, Irawan menerangkan, dari insiden tersebut diduga masih ada korban selamat dan diduga melarikan diri ke dalam hutan dan masih dalam pencarian pihak Kepolisian Mersing, Malaysia.
"Sedangkan tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang, diterjunkan untuk melakukan koordinasi dan pengumpulan data serta informasi mengenai perkembangan dari insiden tersebut,"ucap Irawan. (ias/iil/JPG)