JawaPos.com - Dampak lain dari gempa 5,6 SR yang mengguncang Kota Medan dan sejumlah daerah lainnya di Sumatra Utara (Sumut) yakni di Bandara Kualanamu. Tiga pesawat terpaksa holding (berputar putar) di udara selama beberapa menit dan sejumlah pengunjung bandara panik.
“Sempat terjadi kepanikan para pengunjung dan calon penumpang di Bandara Kualanamu. Para pengunjung berhamburan keluar gedung. Namun setelah reda, mereka kembali masuk dan sekarang sudah normal dan tidak ada kepanikan lagi,” kata Manager Humas Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setyanto kepada Sumut Pos (Jawa Pos Group), tadi malam.
Sebelumnya, Senin (16/1) malam tiga gempa besar yang mengguncang Kota Medan. Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah 1 Medan, Syahnan menyebutkan, gempa pertama terjadi pada pukul 19:13:30 WIB dengan kekuatan 3,9 SR. Pusatnya pada 23 km barat daya Deliserdang, dengan kedalaman 10 km.
Gempa kedua, sambungnya, berkekuatan 5,6 SR pukul 19:42:12 WIB dan pusatnya di 28 km barat daya Deliserdang yang memiliki kedalaman 10 km. Gempa ketiga, 2,3 SR pukul 19:58:37 WIB, pada 28 km timur laut Tanah Karo dengan kedalaman 10 km.
"Gempa yang dirasakan tidak hanya di Medan, tetapi di beberapa daerah lainnya di Sumut seperti di Deliserdang, Tanah Karo, dan Binjai. Untuk penyebabnya sejauh ini masih dalam analisis," tutur Syahnan. (ris/btr/mag-2/iil/JPG)