← Beranda
Jelaga di Ujung Raya Hadirkan Kolaborasi Seni dan Teknologi Keselamatan Kendaraan Listrik
Dinarsa KurniawanRabu, 16 September 2026 | 22.19 WIB
Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko bersama seniman dan pelaku industri keselamatan kendaraan listrik saat pembukaan pameran Jelaga di Ujung Raya di Galeri Zen1, Menteng, Jakpus. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - Seni rupa dan teknologi keselamatan kebakaran kendaraan listrik dipertemukan dalam pameran bertajuk Jelaga di Ujung Raya.

Pameran yang digelar di Galeri Zen1, Menteng, Jakarta Pusat, itu resmi dibuka pada 12 September 2026 dan berlangsung hingga 13 Oktober 2026.

Pameran ini menghadirkan kolaborasi LFK (Lithium Fire Killer), lini produk keselamatan kendaraan listrik dari PT Famindo Alfa Spektrum Teknologi (PT FAST), bersama seniman Indonesia Arkiv Vilmansa. Sebanyak 20 seniman lainnya turut berpartisipasi dengan menghadirkan karya yang mengangkat tema jelaga dan api.

Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno turut meninjau pameran tersebut. Ia melihat tema jelaga memberikan pendekatan berbeda dalam dunia seni rupa.

"Kalau lukisan itu buat saya biasa. Tapi tema yang luar biasa kali ini kan bahasanya jelaga," ujar Rano Karno.

Menurut Rano, material yang digunakan dalam seni rupa juga dapat hadir dalam bentuk yang tidak lazim. Salah satunya melalui pemanfaatan api sebagai bagian dari proses penciptaan karya.

"Ternyata materi lukisan itu bukan hanya tinta atau cat, tapi bisa juga dengan api," lanjutnya.

Salah satu karya yang menjadi perhatian adalah karya Arkiv Vilmansa yang menggunakan teknik melukis dengan api. Pendekatan tersebut menghasilkan karakter visual dari jelaga sekaligus menjadikan api sebagai bagian dari proses artistik di atas kanvas.

Pameran ini juga dibuka secara resmi oleh Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo). Ia menilai perpaduan seni dan teknologi dapat menjadi cara untuk menyampaikan pesan keselamatan kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih menarik.

"Bagaimana antara teknologi dan seni itu digabungkan. Yang ujungnya adalah membangun awareness yang menarik," kata Moeldoko.

Menurut dia, perangkat keselamatan seperti alat pemadam api ringan (APAR) selama ini kerap ditempatkan di sudut ruangan sehingga keberadaannya kurang mendapat perhatian. Sentuhan seni dinilai dapat membuat perangkat tersebut lebih mudah dilihat dan dikenali masyarakat.

"Kalau mungkin alat pemadam kebakaran hanya ditaruh di pojokan, mungkin awareness kita tidak terbangun," ujarnya.

Moeldoko juga mencontohkan penggunaan APAR yang dipoles dengan unsur seni dan ditempatkan di ruang yang mudah terlihat. Cara tersebut, menurutnya, dapat membuat masyarakat lebih familiar dengan perangkat keselamatan.

"Dengan begitu, semua dari kita yang menggunakan kendaraan listrik menjadi tidak perlu lagi was-was," kata Moeldoko.

Selain karya seni, perhatian dalam pameran juga diarahkan pada aspek keselamatan kendaraan listrik. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta Dr. Bayu Meghantara, M.Si., mengapresiasi dukungan PT FAST berupa Portex EV Fire Blanket.

Selimut anti api tersebut dirancang khusus untuk membantu penanganan kebakaran kendaraan listrik. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi salah satu perangkat pendukung bagi petugas pemadam kebakaran DKI Jakarta ketika menghadapi insiden yang melibatkan kendaraan listrik.

Melalui Jelaga di Ujung Raya, tema api dan keselamatan kendaraan listrik dikemas melalui pendekatan seni. Pengunjung dapat melihat karya dari puluhan seniman sekaligus mengenal perangkat keselamatan yang berkaitan dengan perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan