← Beranda
YouTube Perketat Syarat Monetisasi, Kreator Baru Harus Kejar Puluhan Juta Views
Nanda PrayogaSelasa, 11 Agustus 2026 | 17.48 WIB
Ilustrasi YouTuber.

JawaPos.com - YouTube bersiap memperketat persyaratan bagi kreator yang ingin mendapatkan penghasilan melalui YouTube Partner Program (YPP). Perubahan ini diperkirakan membuat kreator baru harus bekerja lebih keras untuk memenuhi ambang batas monetisasi yang ditetapkan platform.

Seperti dilansir dari Engadget, mulai 1 Februari, kreator yang ingin bergabung dalam program tersebut diwajibkan memiliki sedikitnya 1.000 subscriber. Selain itu, mereka harus memenuhi salah satu dari dua target performa, yakni mengumpulkan 8.000 jam tayang yang memenuhi syarat dalam 12 bulan terakhir atau meraih 20 juta penayangan Shorts yang memenuhi kriteria dalam 90 hari terakhir.

Aturan baru tersebut menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan ketentuan yang berlaku saat ini. Sebelumnya, kreator cukup memiliki 1.000 subscriber serta 4.000 jam tayang dalam setahun terakhir atau 10 juta penayangan Shorts dalam kurun 90 hari.

Baca Juga: Presiden Kolombia Sebut 188 Orang Masih Hilang, 5.000 Rumah Rusak dan Tiga Rumah Sakit Runtuh

Artinya, sebagian besar target performa akan meningkat dua kali lipat. Satu-satunya persyaratan yang tidak berubah adalah jumlah subscriber, yang tetap berada di angka 1.000.

Bukan hanya kreator baru yang terdampak. YouTube juga akan menerapkan ketentuan tertentu bagi kreator Shorts yang sudah memperoleh penghasilan melalui program tersebut.

Kreator Shorts harus menjaga sedikitnya 10 juta penayangan dalam periode 90 hari untuk tetap memperoleh pendapatan dari skema bagi hasil. Jika jumlah penayangan berada di bawah batas tersebut, akun kreator tidak otomatis dikeluarkan dari program. Namun, pendapatan dari skema tersebut akan dihentikan selama periode 90 hari ketika target tidak terpenuhi.

Sementara itu, kreator yang sudah menjadi bagian dari YouTube Partner Program juga akan menghadapi persyaratan baru pada tahun depan. Mereka diwajibkan mempertahankan sedikitnya 1.000 jam tayang per tahun atau 1 juta penayangan Shorts.

YouTube memberikan alternatif bagi kreator untuk mempertahankan status mereka dalam program. Kreator dapat tetap memenuhi ketentuan dengan meningkatkan aktivitas publikasi, yakni mengunggah setidaknya dua video berdurasi panjang atau lima video Shorts dalam periode 90 hari.

YouTube juga akan mengambil tindakan terhadap akun yang tidak lagi aktif. Kreator yang sama sekali tidak mengunggah konten selama enam bulan atau lebih berisiko dikeluarkan dari program monetisasi.

Andalkan Premium Lite

Di tengah pengetatan persyaratan tersebut, YouTube juga berupaya memperbesar potensi pendapatan kreator melalui perluasan layanan berlangganan Premium Lite.

YouTube mengumumkan bahwa Premium Lite akan diperluas ke seluruh negara yang saat ini telah menyediakan layanan YouTube Premium. Berbeda dengan paket Premium reguler, Premium Lite menawarkan pengalaman menonton dengan lebih sedikit iklan tanpa menyertakan layanan streaming musik.

Perusahaan meyakini perluasan layanan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kreator. YouTube menyebut bertambahnya jumlah pelanggan berbayar dapat membuka peluang pendapatan yang lebih besar bagi kreator.

Kreator juga akan memperoleh akses terhadap skema pembagian pendapatan yang lebih menguntungkan untuk penayangan yang berasal dari pelanggan Premium Lite.

Meski demikian, efektivitas strategi tersebut masih menjadi pertanyaan. Belum diketahui apakah pertumbuhan jumlah pelanggan Premium Lite nantinya cukup besar untuk mengimbangi kenaikan target monetisasi yang harus dicapai kreator.

YouTube sendiri belum mempublikasikan jumlah pelanggan secara terpisah untuk masing-masing tingkatan layanan berbayarnya. Perusahaan sejauh ini hanya mengungkapkan total pelanggan berbayar yang mencapai 125 juta pengguna secara global untuk kedua tingkatan layanan tersebut.

Angka tersebut masih jauh di bawah jumlah pengguna YouTube secara keseluruhan. Tanpa menghitung pelanggan layanan berbayar, platform video tersebut tercatat memiliki hampir 2,7 miliar pengguna aktif setiap bulan.

YouTube Mulai Bidik Pasar Streaming

Perubahan aturan monetisasi ini datang ketika YouTube juga tengah memperluas posisinya di industri hiburan digital. Platform milik Google tersebut belakangan semakin agresif bersaing dengan layanan streaming seperti Netflix dan HBO Max.

Salah satu langkahnya dilakukan melalui kesepakatan hak siar eksklusif untuk sejumlah program dari figur terkenal, termasuk tayangan yang melibatkan komedian Trevor Noah.

YouTube juga mulai mengubah cara konten ditampilkan di platform. Kreator kini memiliki opsi untuk mengelompokkan video mereka ke dalam format "seasons" atau musim, sehingga konten dapat disusun layaknya serial.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa YouTube tidak lagi hanya mengandalkan konten video pendek dan video tunggal dari kreator. Platform ini juga berupaya membangun ekosistem hiburan yang lebih menyerupai layanan streaming konvensional.

Namun, bagi kreator, perubahan persyaratan monetisasi tetap menjadi tantangan tersendiri. Target jam tayang dan jumlah penayangan yang meningkat dapat membuat perjalanan menuju monetisasi menjadi semakin sulit, terutama bagi kreator yang baru membangun audiens.

 

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah