JawaPos.com - Teknologi di zaman modern saat ini semakin canggih, salah satunya adalah teknologi AI.
Secara umum, AI merujuk pada program komputer yang dirancang untuk meniru kecerdasan manusia, termasuk kemampuan pengambilan keputusan, logika, dan karakteristik kecerdasan lainnya.
Banyak programmer pintar yang membuat aplikasi berbasis AI pada smartphone, laptop, atau web. Saat ini sudah banyak diciptakan AI untuk mempermudah pekerjaan atau aktivitas manusia di dunia.
Salah satu AI yang biasa kita gunakan adalah AI pada search engine, atau asisten virtual seperti Siri, Google Assistant, dan Cortana. Saat ini pengembangan AI sudah pada tingkat yang mengagumkan.
Salah satunya adalah penggunaan AI pada kendaraan yang memungkinkan pengendara dapat mengendarai kendaraannya tanpa harus mengemudi atau biasa disebut dengan self-drive.
Saat ini, AI juga sudah berkembang dalam dunia pekerjaan, seperti mesin otomatis yang mampu membuat sebuah pekerjaan tanpa harus dikerjakan oleh manusia. Bahkan AI juga ada pada bidang dunia pendidikan.
Baru-baru ini juga muncul dengan istilah Deepfake atau satu bentuk kecerdasan AI yang dapat digunakan untuk meniru gambar, suara, dan video palsu yang sangat meyakinkan.
Deepfake mengumpulkan gambar dan suara palsu dan menyatukannya menggunakan algoritma pembelajaran mesin.
Akibatnya terciptalah orang-orang dan peristiwa-peristiwa yang tidak ada atau tidak benar-benar terjadi.
Dilansir dari Fortinet (24/1), berikut ini adalah beberapa bahaya dari adanya Deepfake:
1. Penipuan dan Hoax
Penjahat pada dunia maya dapat menggunakan teknologi deepfake untuk menciptakan penipuan, klaim palsu, dan tipuan yang melemahkan dan menggoyahkan organisasi.
Dengan menggunakan teknologi deepfake AI, penjahat bisa membuat suara, gambar, bahkan wajah yang mirip aslinya untuk penipuan.
Seperti yang diberitakan baru-baru ini, artis Raffi Ahmad, Jurnalis Najwa shihab, dan Atta Halilintar yang mempromosikan situs judi online.
Dalam video tersebut Raffi Ahmad dan beberapa publik figur lainnya mengatakan menciptakan dan mempromosikan situs judi online.
Dalam klasifikasinya beberapa publik figur tersebut tidak pernah membuat dan mempromosikan situ judi online.
Selain itu jika deepfake digunakan untuk pemberitaan yang tidak benar pada eksekutif atau pengusaha, akan merugikan pihak tersebut dan juga berdampak pada bisnis, reputasi publik, serta harga saham.
2. Pornografi Selebriti
Ancaman utama yang ditimbulkan deepfake adalah peniruan atau membuat video hoax berbau pornografi.
Bahkan ancaman ini menyumbang hingga 96% deepfake di internet. Pelaku menggunakan cara ini dengan mengganti wajah seseorang atau publik figur dengan video porno untuk menjatuhkan reputasi atau mengambil keuntungan pribadi.
3. Rekayasa Sosial
Deepfake AI ini telah digunakan untuk penipuan rekayasa sosial, dengan audio deepfake yang membodohi orang agar percaya bahwa seseorang telah mengatakan sesuatu yang tidak mereka katakan.
Contoh kasusnya adalah beberapa video artis atau publik figur yang mempromosikan sebuah produk.
Dalam kasus lain ada seorang CEO perusahaan di inggris yang ditipu sehingga percaya bahwa dia sedang berbicara dengan kepala eksekutif perusahaan induknya di Jerman.
Suara deepfake tersebut menyaman sebagai kepala eksekutif dan meyakinkan CEO untuk mentransfer €220.000 ke sebuah rekening bank untuk pemasok Hungaria.
4. Serangan Informasi palsu
Deepfake juga bisa digunakan untuk memberikan informasi palsu atau menyebarkan disinformasi otomatis, seperti penyebaran teori konspirasi dan teori yang salah tentang masalah politik dan sosial.
Contoh kasusnya adalah video dari pendiri Facebook, Mark Zuckerberg yang mengklaim “memiliki kontrol penuh atas miliaran data orang,” berkat Spectre, organisasi fiksi dalam novel dan film James Bond.
5. Penipuan Keuangan
Teknologi deepfake dapat digunakan untuk menciptakan identitas baru dan mencuri identitas orang sungguhan.
Penyerang menggunakan teknologi tersebut untuk membuat dokumen palsu atau memalsukan suara korbannya, yang memungkinkan mereka membuat akun atau membeli produk dengan berpura-pura menjadi orang tersebut.
Misal contohnya adalah meminta sejumlah uang kepada orang terdekat korban.
Pelaku akan meniru suara atau mengirimkan pesan singkat kepada pihak orang terdekat dan meminta sejumlah uang.